back to top

Rupiah Anteng di Level Rp16.750, BI Siapkan Strategi Baru Perkuat Ekonomi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau stabil pada perdagangan akhir pekan ini. Bank Indonesia (BI) terus mengoptimalkan bauran kebijakan untuk menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global.

Rupiah dibuka pada level Rp16.750 per dolar AS pada Jumat pagi (27/2/2026). Angka ini sama persis dengan posisi penutupan pada Kamis sore (26/2/2026) yang juga bertengger di level Rp16.750 per dolar AS.

Kondisi stabilnya mata uang Garuda ini dibarengi dengan penurunan imbal hasil (yield) Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun. Pada Jumat pagi, yield SBN turun ke angka 6,40% dari posisi sebelumnya 6,41% pada Kamis sore.

Di pasar global, indeks dolar AS (DXY) terpantau melemah ke level 97,79. Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury Note tenor 10 tahun juga merosot ke level 4,004%.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan otoritas moneter terus menjalin kerja sama erat dengan pemerintah. Langkah ini dilakukan guna memastikan stabilitas eksternal ekonomi Indonesia tetap terjaga.

“Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan,” ujar Ramdan dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Mulai minggu pertama Maret 2026, BI melakukan perubahan dalam penyampaian informasi publik. Siaran pers rutin mengenai perkembangan indikator stabilitas Rupiah tidak akan diterbitkan lagi. Langkah ini diambil untuk meningkatkan akuntabilitas dan reliabilitas data.

Masyarakat kini dapat mengakses data aliran modal asing pada SBN melalui website Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan. Sementara itu, data transaksi saham tersedia di website Bursa Efek Indonesia. Untuk informasi transaksi SRBI periode mingguan, publik dapat memantau menu statistik di laman resmi Bank Indonesia.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Targetkan Bisnis Wealth Management Tumbuh 15% di 2026, BTN Siapkan UMKM Naik Kelas

STOCKWATCH.ID (SURABAYA) – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk...

Penjualan dan Laba Lonsum (LSIP) Kompak Tumbuh pada Tahun 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP)...

Kinerja Positif, Penjualan dan Laba Salim Ivomas (SIMP) Tumbuh pada 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) hari...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru