RUPS KSEI Tetapkan Jajaran Dewan Komisaris Periode 2026-2030, A. Fuad Rahmany Mantan Ketua Bapepam-LK Jadi Komisaris Utama
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dengan salah satu agenda berupa pengangkatan susunan Komisaris KSEI sehub...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dengan salah satu agenda berupa pengangkatan susunan Komisaris KSEI sehubungan dengan berakhirnya masa jabatan Komisaris periode 2022โ2026.
Rapat dibuka pada 09.55 WIB dan dihadiri oleh pemegang saham KSEI yang mewakili 5.820 jumlah saham yang memiliki hak suara, atau 97,98% dari total 6.000 jumlah saham yang memiliki hak suara tersebut.
Divisi Sekretaris Perusahaan dan Komunikasi Perusahaan KSEI, Hesti Setyo Rini dan Adisty Widyasari menyampaikan, pemegang saham KSEI menyetujui secara aklamasi pengangkatan jajaran Dewan Komisaris periode 2026โ2030, yaitu A. Fuad Rahmany sebagai Komisaris Utama, serta Indra Christanto dan Margeret M. Tang sebagai Komisaris.
โDengan penunjukan tersebut, maka Fuad Rahmany dan Indra Christanto mengemban kembali jabatan selaku jajaran Komisaris KSEI, sementara Margeret M. Tang menjadi anggota baru Dewan Komisaris KSEI pada periode terbaru, tulis Hesti dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (19/6/2026).
Indra Christanto yang juga terpilih untuk kedua kalinya menjadi anggota Dewan Komisaris KSEI, saat ini juga menjabat sebagai Presiden Direktur PT Panin Sekuritas Tbk setelah sebelumnya menjabat sebagai Direktur PT Panin Sekuritas Tbk pada periode 2012โ2018. Indra memiliki pengalaman lain sebagai Direktur Equity PT Andalan Artha Advisindo (2003โ2011), anggota Komite Anggaran KSEI (2020โ2021), anggota Departemen Perantara Pedagang Efek APEI (2020โ2023), anggota Komite Perdagangan PT Bursa Efek Indonesia (2020โ2022), dan anggota Komisi Disiplin PT Bursa Efek Indonesia (2022โ2024).
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...