STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup melemah pada akhir perdagangan Selasa (10/2/2026) waktu setempat. Pergerakan ini terjadi di tengah banjirnya rilis laporan keuangan perusahaan.
Mengutip CNBC International, indeks Stoxx Europe 600 yang berisi saham-saham utama di Eropa berakhir turun tipis 0,07% ke posisi 620,97. Mayoritas bursa utama dan sektor di kawasan tersebut bergerak variatif. Indeks CAC 40 Perancis naik tipis 0,06% ke level 8.327,88. FTSE MIB Italia turun 0,04% ke posisi 46.802,99.
Indeks FTSE 100 Inggris terpangkas 0,31% ke level 10.353,84. DAX Jerman melemah 0,11% ke posisi 24.987,85. Sementara itu, IBEX 35 Spanyol merosot 0,40% ke level 18.122,10.
Hari Selasa menjadi periode sibuk bagi laporan pendapatan korporasi. Beberapa perusahaan terkemuka Eropa memperbarui data keuangan mereka kepada investor. Salah satunya adalah Philips yang mempublikasikan pendapatan setahun penuh 2025.
Saham Philips berakhir melonjak 12,2%. Perusahaan mencatat pertumbuhan pesanan sebesar 6% dan kembali mencetak laba setelah merugi pada 2024. Philips kini mematok target pertumbuhan penjualan pada rentang 3% hingga 4,5% untuk tahun 2026.
Laba bersih tahunan Philips naik 1,6 juta euro atau sekitar 1,9 juta USD. Perusahaan menghubungkan kenaikan ini dengan pendapatan operasional yang lebih tinggi dan beban pajak yang lebih rendah. Philips juga mengusulkan pengangkatan kembali CEO Roy Jakobs pada Rapat Umum Pemegang Saham 8 Mei mendatang.
Berbicara kepada CNBC, Roy Jakobs menyebut kinerja Philips mengandung banyak berita sangat baik. Ia menyoroti pertumbuhan asupan pesanan sebesar 7% dan peningkatan margin meski ada hambatan tarif.
“Ini adalah jalur peningkatan berurutan,” ujarnya. “Kami memiliki asupan pesanan yang sangat kuat untuk tahun 2025, tetapi sebenarnya mengubahnya menjadi penjualan membutuhkan sedikit waktu. Itu adalah sesuatu yang telah dimasukkan ke dalam panduan, tetapi kami telah melangkah maju dari 2% [pertumbuhan penjualan tahun lalu] dan mengatakan kami sekarang akan melakukan 3% hingga 4,5% pada tahun 2026, jadi peningkatan penjualan yang jelas.”
Di sisi lain, saham BP di London merosot 6,3%. Perusahaan menangguhkan pembelian kembali saham untuk memperkuat neraca keuangan. Laba bersih tahunan raksasa minyak ini tercatat sebesar 7,49 miliar USD, lebih lemah dari perkiraan pasar.
Kabar positif datang dari raksasa barang mewah Perancis, Kering. Saham pemilik Gucci ini melonjak 10,1% setelah penjualannya melampaui ekspektasi. Sentimen ini merembet ke sektor mewah lainnya. Saham Burberry naik 3,1%, Hermes menguat 2,8%, dan Brunello Cucinelli asal Italia bertambah 1,1%. Saham LVMH berakhir naik 0,4% sementara Richemont Swiss tumbuh 2,2%.
Investor juga terus memantau situasi politik di Inggris. Posisi Perdana Menteri Keir Starmer berada dalam risiko akibat tekanan dari anggota parlemen. Hal ini menyusul serangkaian perubahan kebijakan dan kontroversi penunjukan duta besar.
Di pasar global, kontrak berjangka saham Amerika Serikat cenderung lebih rendah. Sebelumnya, indeks Dow Jones Industrial Average sempat ditutup pada rekor tertinggi. Sementara itu, bursa saham Asia menguat dan mengirim indeks Nikkei 225 Jepang ke rekor tertinggi baru.
