Rabu, Januari 21, 2026
25.6 C
Jakarta

Sambut 2026, Nusantara Sawit Sejahtera (NSSS) Fokus Bangun Pabrik Ketiga dan Dukung Kebijakan B50

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk (NSSS) menyampaikan strategi bisnis dan pandangan perseroan dalam menghadapi tahun 2026. Manajemen perusahaan optimistis terhadap prospek industri kelapa sawit, sejalan dengan permintaan yang stabil serta dukungan regulasi pemerintah.

Penyampaian informasi ini merupakan respons atas permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikirimkan pada Selasa, 13 Januari 2026.

Direktur PT Nusantara Sawit Sejahtera Tbk, Miniwati Kasmita, menjelaskan rencana strategis perusahaan untuk tahun ini. Pihaknya akan tetap memprioritaskan kegiatan inti di sektor perkebunan.

“Strategi Perseroan di tahun 2026 adalah tetap fokus dengan pengelolaan dan pengembangan Perkebunan Kelapa Sawit, dimana Perseroan akan terus melakukan pemeliharaan, pemupukan dan penanaman tanaman kelapa sawit,” ungkap Miniwati dalam keterangan tertulisnya.

Manajemen menyadari ada berbagai faktor yang dapat memengaruhi fluktuasi produktivitas. Beberapa di antaranya adalah iklim atau cuaca, ketersediaan sumber daya seperti pupuk dan tenaga kerja, hingga pergerakan tingkat suku bunga.

Meski demikian, NSSS menilai industri ini masih sangat menjanjikan. Potensi pasar tetap terbuka lebar baik di dalam maupun luar negeri.

“Perseroan menilai bahwa industri perkebunan kelapa sawit saat ini masih memiliki prospek yang positif, sejalan dengan permintaan yang relatif stabil terhadap minyak kelapa sawit untuk kebutuhan domestik maupun ekspor,” tulis manajemen.

Terkait pengembangan fasilitas produksi, NSSS memberikan pembaruan mengenai proyek pabrik baru di anak usahanya, PT Prasetya Mitra Muda.

“Perseroan saat ini masih dalam tahap proses persiapan untuk pembangunan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) ketiga tersebut,” jelas Miniwati.

Selain ekspansi fisik, perseroan juga menanggapi kebijakan pemerintah terkait program B50. NSSS memandang kebijakan ini sebagai angin segar bagi industri sawit nasional.

“Regulasi pemerintahan seperti B50 akan berdampak positif terhadap Perseroan karena menyebabkan permintaan CPO akan makin meningkat,” tambah manajemen dalam keterbukaan informasi tersebut.

Dari sisi keuangan, NSSS berkomitmen menjaga kepercayaan pemegang saham. Terkait dividen, manajemen akan mempertimbangkan kepentingan pemegang saham serta kondisi keuangan perusahaan.

Sebagai catatan, pada tahun sebelumnya perusahaan telah membagikan keuntungan kepada para investor.

“Perseroan telah membagikan dividen interim pada tahun 2025 sebesar Rp 3 per lembar saham,” bunyi keterangan tersebut.

Manajemen juga memastikan kewajiban finansial perusahaan berjalan lancar. NSSS secara rutin melakukan pembayaran utang bank sesuai jadwal dan melunasi kewajiban kepada pemasok serta kontraktor.

Terkait isu hukum, manajemen menegaskan operasional perusahaan berjalan aman tanpa gangguan legalitas.

“Perseroan tidak sedang menghadapi kasus hukum,” tegas Miniwati menutup penjelasannya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Ditanya BEI Soal Perubahan Jadwal RUPSLB Hingga Private Placement, Ini Penjelasan Lengkap TRUE

STOCKWATCH.ID, Jakarta – Manajemen PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE)...

Harga Saham Melejit Hingga Digembok BEI, Begini Jawaban Triniti Dinamik (TRUE)

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) buka...

Meikarta Dikabarkan Jadi Rusun Subsidi, Lippo Cikarang (LPCK) Angkat Bicara

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) memberikan...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru