Sang Maestro Ekonomi Tutup Usia: Mengenang Jejak Imperium Bisnis Michael Bambang Hartono
STOCKWATCH.ID (SINGAPURA) โ Dunia usaha Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya. Chairman PT Djarum, Michael Bambang Hartono, menghembuskan napas terakhir. Tokoh legendaris ini wafat pada usi...
Keduanya justru berhasil membangkitkan Djarum menjadi raksasa bisnis. Mereka melakukan modernisasi peralatan pabrik secara masif. Djarum mulai merambah pasar ekspor pada 1972 hingga menembus Amerika Serikat.
Inovasi terus berlanjut di bawah kendali mereka. Mereka meluncurkan rokok mesin pertama bernama Djarum Filter pada 1976. Produk populer lain seperti Djarum Super dan Djarum Black pun lahir. Kini, produksi Djarum diperkirakan mencapai 50 miliar hingga 60 miliar batang per tahun. Angka ini mencakup 20% total produksi nasional dan menyerap puluhan ribu karyawan.
Ekspansi Perbankan dan Properti
Grup Djarum berkembang menjadi konglomerasi besar melalui induk PT Dwimuria Investama Andalan. Michael tidak hanya fokus pada rokok. Ia melakukan langkah strategis di sektor perbankan. Ia dan Robert mengambil alih PT Bank Central Asia Tbk (BCA) pasca krisis moneter 1998.
Dua bersaudara ini memenangkan tender divestasi saham BCA pada 2007. Mereka masuk melalui Farindo Investment Ltd. Keduanya menguasai 51% saham utama bank swasta terbesar di Indonesia tersebut. Kepercayaan masyarakat terhadap BCA pulih penuh di bawah kepemimpinan mereka. Nilai aset BCA tercatat menembus angka Rp1.587 triliun pada akhir 2025.
- Indonet Suntik Modal Rp161 Miliar ke Anak Usaha DGE, Dananya Untuk Ini
- OJK Ungkap Poin Penting Aturan Demutualisasi Bursa Efek, Target Berlaku Kuartal...
- Maybank Indonesia (BNII) Resmi Akuisisi 51% Saham Maybank Asset Management, Segi...
- PEFINDO Turunkan Peringkat ADHI ke idBB, Pemicunya Kupon Obligasi
- BEI Buka Opsi Revisi Target IPO 2026, Ini Respons OJK
- MK Kabulkan Uji Materi UU APBN, Anggaran MBG Harus Dipisahkan dari Dana Pendidik...
- MK Sidangkan Gugatan Patriot Bond, Investor Kebal Pidana Dipersoalkan
- TransNusa Buka Rute Baru Lampung ke Kuala Lumpur dan Jakarta Mulai Agustus 2026
- Indonet Suntik Modal Rp161 Miliar ke Anak Usaha DGE, Dananya Untuk Ini
- OJK Ungkap Poin Penting Aturan Demutualisasi Bursa Efek, Target Berlaku Kuartal...
- Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah
- IHSG Berpeluang Koreksi Jangka Pendek, Intip 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas Hari...
- OJK: Pasar Modal Indonesia Mulai Masuk Fase Pemulihan di Awal Triwulan III 2026
- Kabar Duka, Komisaris Independen BRMS Kanaka Puradiredja Meninggal Dunia
- Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Triwulan II 2026 Diprakirakan Tetap Tumbuh Kuat, Ini...