back to top

Sarankan Akumulasi Beli Saat IHSG Tertekan, Ini Alasan Yugen Sekuritas!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi masih akan mengalmi tekanan pada perdagangan hari Kamis (7/7/2022). William Surya Wijaya, CEO PT Yugen Bertumbuh Sekuritas,  memprediksi IHSG hari ini akan bergerak pada kisaran 6.589 – 6.888 poin.

Menurut William, pergerakan IHSG yang tampak masih belum bisa keluar dari tekanan, merupakan kesempatan emas berinvestasi jangka Panjang. Para investor dalam negeri bisa memanfaatkan kejatuhan harga saham untuk melakukan akumulasi beli.

William mengatakan, ada beberapa faktor penopang sehingga ia bilang ini merupakan momen tepat bagi kalangan pemodal dalam negeri melakukan investasi jangka panjang. Diantaranya, kondisi perekonomian Indonesia saat ini yang cukup stabil. Hal ini tercermin dari data-data perekonomian yang dirilis BPS beberapa hari lalu. Selain itu, kinerja emiten juga diperkirakan cukup bagus sepanjang semester pertama tahun 2022.

“Hari ini IHSG berpotensi menguat,” paparnya.

Untuk perdagangan hari ini, Rabu (6/7/2022), William merekomendasikan ‘beli‛ saham PT Astra Internasional Tbk (ASII), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT Kalbe Farma (Persero) Tbk (KLBF), PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Uniliver Indonesia Tbk (UNVR), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) dan PT Alam sutera Realty Tbk (ASRI).

- Advertisement -

Artikel Terkait

Buntut Penggeledahan OJK dan Bareskrim, Mirae Asset Buka Suara Soal Uang Rp14,5 Triliun

STOCKWATCH.ID (JAKARTA)  – Manajemen PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia...

Triwulan I 2026, Indo Tambangraya (ITMG) Bidik Penjualan Batubara 6,8 Juta Ton

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG)...

Penjualan Batubara Indo Tambangraya (ITMG) Naik 3% Jadi 24,7 Juta Ton pada 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG),...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru