Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90

Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
Sumber Foto: Istimewa
Bacakan Artikel

Kenaikan harga minyak ini berdampak positif pada kinerja keuangan perusahaan migas raksasa.  Laba Exxon dan Chevron dilaporkan melonjak tajam pada kuartal kedua tahun ini.

Di belahan dunia lain, ketegangan juga terjadi di Laut Hitam.  Ukraina menargetkan infrastruktur energi Rusia yang mengancam ekspor minyak Kazakhstan melalui pipa Kaspia.

Dan Yergin, Vice Chairman S&P Global, menyebut banyak wilayah perairan kini menjadi arena perang minyak.  Mulai dari Teluk Persia, Laut Merah, Laut Mediterania, Laut Hitam, hingga Laut Baltik.

Masalah terbesar saat ini adalah ketersediaan produk olahan minyak.  Data S&P menunjukkan sekitar 6 juta barel per hari kapasitas kilang tidak beroperasi.  Rusia menghentikan ekspor diesel akibat serangan terhadap sistem kilangnya, sementara pasokan dari Timur Tengah terhambat di Selat Hormuz.

“Itu memengaruhi seluruh ekonomi,” ungkap Yergin. “Ini berdampak pada petani di Brasil yang harga dieselnya naik. Jadi, di situlah letak kesulitan saat ini.”

Lanjut ke Halaman 4
Pilih Halaman: