Simak Deretan Saham Pilihan Indo Premier Sekuritas untuk Trading Pekan ini
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pekan lalu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan sebesar 0,04%. Adapun pelemahan terdalam terjadi pada saham-saham di sektor tekno...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pekan lalu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan sebesar 0,04%. Adapun pelemahan terdalam terjadi pada saham-saham di sektor teknologi sebesar 6,6% dan penguatan terbesar di sektor energi 2,6%.
Menghadapi kondisi Bursa seperti di atas, Rifqi Satria Dinandra, Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas mengingatkan, dalam memilih saham untuk trading pekan ini wajib hukumnya memperhatikan sektor-sektor yang benar-benar potensial cuan. Indo Premier Sekuritas, lanjut dia, merekomendasikan empat sector. Ada Sembilan saham yang layak ditradingkan untuk pekan ini karena tertopang tiga sentiman.
Rifqi menjelaskan, rilis FOMC Minutes (notula rapat The Fed) pekan lalu memberikan informasi penting yang bisa menjadi sentimen positf untuk Pasar Modal Tanah Air. The Fed diperkirakan akan menaikkan suku bunga lebih kecil dari biasanya.
Seperti diketahui, dalam empat pertemuan terakhir The Fed menaikkan suku bunga sebesar 75 bps. Adapun sekarang kenaikan suku bunga di negeri Paman Sam itu diperkirakan akan lebih kecil bisa 50 bps.
"Notula rapat menunjukkan Bank Sentral AS sudah melihat adanya kemajuan dari kebijakan moneter untuk menekan angka inflasi di AS. Jadi, pada rapat berikutnya kenaikan suku bunga diperkirakan tidak akan sebesar 75 bps lagi. Ini tentu menjadi sentimen positif bagi bursa global termasuk Indonesia," tandasnya di Jakarta, Senin, (28/11).
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...