STOCKWATCH.ID (BATAM) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) memperkuat ekosistem investasi di wilayah Batam. Langkah ini dilakukan melalui kolaborasi strategis dengan BP Batam, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, serta Kementerian UMKM.
Sinergi tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada ajang Batam Investment Gala, Kamis (29/1/2026). Kerja sama ini bertujuan memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha. Selain itu, kolaborasi ini memperkuat peran UMKM di kawasan perdagangan bebas tersebut.
Direktur Corporate Banking BRI, Riko Tasmaya, menyatakan kerja sama ini merupakan komitmen perseroan mendukung realisasi investasi daerah. BRI ingin membangun konektivitas investasi yang utuh. Mulai dari masuknya Foreign Direct Investment (FDI), penguatan kawasan industri, hingga pemberdayaan UMKM.
“BRI memandang UMKM sebagai mitra strategis dalam ekosistem investasi yang berkelanjutan dan berdaya saing,” ujar Riko di Batam.
Dalam mendukung investor, BRI mengusung pendekatan BRI One Solution. Layanan perbankan terintegrasi ini menyediakan pembiayaan, pengelolaan transaksi, hingga pendampingan usaha. BRI juga menyiapkan platform digital QLola untuk mempermudah korporasi mengelola arus kas secara efisien.
Hingga tahun 2025, BRI telah mengembangkan lebih dari 42 ribu klaster usaha di berbagai daerah. Selain itu, platform LinkUMKM telah dimanfaatkan oleh 14,98 juta pelaku usaha. Infrastruktur digital ini disiapkan agar UMKM lokal mampu menembus pasar global.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, memaparkan capaian investasi nasional. Realisasi investasi periode Januari–Desember 2025 menembus Rp1.931,2 triliun. Angka ini mencapai 101,3% dari target Presiden sebesar Rp1.905,6 triliun.
Batam memberikan kontribusi signifikan dengan realisasi investasi sebesar Rp69,3 triliun. Capaian ini melampaui target tahun 2025 senilai Rp60 triliun atau tumbuh 15,5% di atas sasaran.
“Angka ini mencerminkan adanya kepercayaan baik itu pengusaha dalam negeri maupun luar negeri,” tegas Todotua.
Wakil Menteri UMKM, Helvi Yuni Moraza, menambahkan kolaborasi lintas lembaga ini memberikan dukungan menyeluruh bagi pengusaha lokal. Pihaknya menyiapkan program ACCES sebagai proyek percontohan di Batam. Program ini fokus pada pendampingan pembiayaan dan pelatihan kapasitas usaha.
“Kami berharap UMKM di Batam dapat naik kelas dan berdaya saing di rantai nilai global,” ungkap Helvi.
Batam memiliki keunggulan geografis yang strategis dan industri manufaktur berbasis ekspor yang solid. Melalui sinergi ini, BRI bersama pemerintah optimistis menciptakan ekosistem investasi yang inklusif dan berkelanjutan bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
