STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA) berencana melakukan ekspansi besar ke sektor pertambangan batubara. Emiten ini akan mengakuisisi 45% saham PT Trimata Coal Perkasa (TCP).
Rencana strategis ini disampaikan oleh PT Triple Berkah Bersama selaku pemegang saham pengendali MEJA. Proses akuisisi ini dijadwalkan menggunakan mekanisme share swap atau tukar guling saham.
Manajemen menegaskan akuisisi tidak akan menggunakan dana kas perseroan. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas likuiditas perusahaan di tengah rencana pengembangan usaha.
TCP memiliki aset tambang batubara skala besar yang berlokasi di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Luas konsesi lahan tambang tersebut mencapai kurang lebih 11.640 hektare.
Berdasarkan laporan JORC, estimasi sumber daya batubara yang dapat ditambang mencapai sekitar 693,7 juta ton. Potensi ini dinilai sangat ekonomis untuk mendukung operasi jangka panjang dengan metode tambang terbuka (open pit).
Direktur Utama MEJA, Richie Adrian Hartanto S tengah mempersiapkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). RUPSLB ini bertujuan meminta persetujuan pemegang saham terkait penambahan modal untuk akuisisi.
Target produksi TCP untuk tahun 2026 dipatok sebesar 1,5 juta ton batubara. Rencana ini telah mendapatkan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dari Kementerian ESDM.
Guna mendukung operasional, TCP telah menunjuk PT Mitra Abadi Mahakam sebagai kontraktor tambang. Selain itu, kepastian pasar sudah didapatkan melalui pembeli siaga (offtaker) yaitu Agro Energy Trading Pte. Ltd.
Direktur PT Triple Berkah Bersama, Noprian Fadli memperkirakan potensi keuntungan dari aktivitas tambang ini cukup besar. Laba sebelum pajak diprediksi mencapai USD 7 sampai USD 10 per ton.
Estimasi nilai perusahaan atau enterprise value TCP berada di angka Rp2,49 triliun. Penilaian ini disusun oleh konsultan independen Faan Grobelaar & Associates.
“Akuisisi 45% saham TCP melalui mekanisme share swap saham atau metode lain tanpa penggunaan kas Perseroan,” ujar Noprian Fadli dalam keterbukaan informasi, dikutip Minggu (8/2/2026).
Ia menambahkan, karakteristik geologi di lokasi tambang sangat mendukung pengembangan kapasitas produksi tinggi. Metode open pit menjadi pilihan tepat untuk memaksimalkan potensi sumber daya yang ada.
“Estimasi mineable coal resources sekitar 693,7 juta ton mencerminkan potensi geologi batubara skala besar,” kata Noprian.
Proses akuisisi saham TCP akan dilakukan secara bertahap. Saat ini, kedua belah pihak sedang mematangkan seluruh persyaratan teknis dan administratif yang diperlukan.
Langkah MEJA ini diharapkan menjadi landasan pertumbuhan jangka panjang perseroan. Integrasi aset tambang tersebut diproyeksi akan memperkuat struktur fundamental keuangan MEJA ke depannya.
