Sabtu, Juli 20, 2024
28.4 C
Jakarta

Laba MNC Kapital Indonesia Naik 218,23% per September 2022

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT MNC Kapital Indonesia Tbk (BCAP) mencatatkan kinerja gemilang selama periode Januari hingga September 2022. Pendapatan digital melambung hampir tiga kali lipat, dari Rp68,92 miliar menjadi Rp200,56 miliar, atau melonjak 191,00% yearonyear (yoy).

Yudi Hamka, Direktur Utama BCAP mengemukakan, peningkatan pendapatan ini disertai dengan lonjakan laba bersih Perseroan sebesar 218,23%, dari Rp26,15 miliar menjadi Rp83,22 miliar per September 2022.

Perseroan membukukan kenaikan pendapatan sebesar 8,20% , dari Rp1,92 triliun per September 2021 menjadi Rp2,08 triliun per September 2022, di mana pendapatan bunga menguat 12,57% menjadi Rp1,20 triliun untuk tahun berjalan. Kombinasi di atas menghasilkan pertumbuhan signifikan pada margin laba bersih Perseroan sebesar 194,11%, dari 1,36% per September 2021 menjadi 4% pada periode yang sama 2022.

Secara triwulanan, demikian Yudi, total pendapatan BCAP tumbuh dari Rp664,94 miliar pada Q22022 menjadi Rp691,87 miliar pada Q32022. Dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun lalu, pendapatan Perseroan naik 8,23% dari Rp639,25 miliar. Hal ini dipicu oleh pendapatan digital yang melambung 139,74%, dari Rp23,15 miliar pada Q32021 menjadi Rp55,50 miliar pada Q32022.

Yudi mengemukakan, kontributor pendapatan BCAP yang tertinggi berasal dari MNC Bank sebesar 49,7% dari total pendapatan konsolidasi. Diikuti oleh MNC Life 12,2%, MNC Insurance 10,8%, MNC Finance 9,5%, MNC Sekuritas 8,8%, MNC Leasing 5,7%, MNC Asset Management 1,5%, Flash Mobile 0,9%, dan MNC Teknologi Nusantara 0,8%.

Dilihat dari laporan posisi keuangan konsolidasian, pertumbuhan aset terutama dipengaruhi oleh peningkatan modal yang dilakukan terhadap anak usaha Perseroan yaitu MNC Bank (PT Bank MNC Internasional Tbk (BABP) tahun lalu, dimana dana hasil aksi korporasi tersebut mampu meningkatkan kapasitas BABP untuk menyalurkan kredit kepada pihak ketiga sebesar Rp1,52 triliun menjadi Rp9,94 triliun pada September 2022 atau tumbuh 18,07% dari Rp8,42 triliun pada 2021.

Artikel Terkait

Usai Diakuisisi Jinxin Singapore, Anak Usaha Bundamedik Siap Taklukkan Pasar IVF Indonesia dan Asean!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Morula Indonesia (MI), anak perusahaan...

Akuisisi 30% Saham Anak Usaha BMHS, Jinxin Singapore Rogoh Kocek Rp422,030 Miliar!

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) -  PT Bundamedik Tbk (BMHS) telah menyelesaikan...

KSEI Tambah 8 Bank Baru! 23 Bank Kini Jadi Administrator RDN dan Pembayaran

STOCKWATCHNEWS.COM (JAKARTA) – PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru