Tarif Ekspor RI ke AS Turun Jadi 19%, Airlangga: Salah Satu yang Terendah dan Selamatkan 1 Juta Pekerja
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Pemerintah Amerika Serikat (AS) resmi menurunkan tarif resiprokal untuk produk impor dari Indonesia dari 32% menjadi 19%. Penurunan ini diumumkan Presiden Donald Trump pada S...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Pemerintah Amerika Serikat (AS) resmi menurunkan tarif resiprokal untuk produk impor dari Indonesia dari 32% menjadi 19%. Penurunan ini diumumkan Presiden Donald Trump pada Selasa 22 Juli 2025 waktu setempat atau Rabu 23 Juli 2025 WIB. Ini hanya sepekan sebelum batas waktu masa negosiasi kesepakatan dagang berakhir yakni 1 Agustus 2025.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, penurunan tarif ini merupakan hasil perundingan panjang antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS, Donald Trump.
"Ini adalah perundingan langsung Bapak Presiden, Bapak Prabowo Subianto dengan Presiden Amerika, Donald Trump. Jadi ini perundingan yang sudah cukup panjang dan diputuskan oleh kedua Presiden di 19%," kata Airlangga dalam keterangan pers di Jakarta, Kamis (24/7/2025).
Angka 19% ini menjadi salah satu tarif terendah yang diberikan AS kepada negara-negara yang disebut menyebabkan defisit neraca perdagangannya. Sebagai perbandingan, Malaysia masih dikenakan tarif 25% naik dari 24%. Thailand tetap di angka 36%. Vietnam mendapat dua skema tarif, yakni 20% dan 40% tergantung transshipment. Filipina sempat naik ke 20% dari 17% sebelum kembali turun ke 19%, mengikuti Indonesia.
Negara-negara produsen pesaing utama Indonesia di sektor tekstil, garmen, dan alas kaki masih dikenakan tarif tinggi. Bangladesh dikenakan tarif 35% dari sebelumnya 37%. Pakistan tetap di 29%, sementara India masih berada di level 27%.
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- Kini Beli Bawang hingga Cabai Bisa di Kantor Pos, RTN dan Pos Indonesia Siapkan...
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- Inflasi Juli 2026 Tembus 2,88%, BPS Catat Papua Barat Tertinggi
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...