STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia berakhir lebih rendah pada perdagangan Rabu (18/3/2026) waktu setempat atau Kamis pagi (19/3/2026) WIB. Pelemahan ini terjadi setelah bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuannya. Keputusan tersebut sejalan dengan perkiraan yang telah dinanti oleh para pelaku pasar.
Mengutip CNBC International, harga emas spot diperdagangkan melandai 2,2% ke level USD 4.895,61 per ons troi. Sementara itu, harga emas berjangka ikut terpangkas 2,4%. Logam mulia untuk kontrak pengiriman mendatang ini berakhir di posisi USD 4.889,80 per ons troi.
The Fed memilih untuk menjaga suku bunga tetap stabil pada pertemuan kali ini. Meski begitu, otoritas moneter tersebut tetap memproyeksikan pemangkasan suku bunga satu kali pada tahun 2026. Langkah ini diambil di tengah pemantauan ketat terhadap kondisi ekonomi global.
Ketidakpastian akibat perang antara AS dan Iran turut menjadi perhatian utama bank sentral. Gejolak di Timur Tengah dinilai memberikan dampak sulit diprediksi terhadap perekonomian. The Fed memberikan catatan khusus mengenai situasi geopolitik tersebut dalam keterangan resminya.
“Implikasi dari perkembangan di Timur Tengah bagi ekonomi AS tidak pasti,” tulis pernyataan resmi The Fed.
Para investor kini tengah mencermati arah kebijakan moneter AS selanjutnya. Suku bunga yang tinggi biasanya menekan harga emas karena meningkatkan biaya peluang memegang aset tanpa bunga. Pelemahan harga emas hari ini mencerminkan sikap hati-hati para pelaku pasar dalam merespons pernyataan The Fed.
Kondisi pasar global masih dibayangi oleh risiko konflik di Timur Tengah. Ketegangan tersebut memicu kekhawatiran akan gangguan ekonomi yang lebih luas. Namun, keputusan The Fed untuk tidak mengubah suku bunga saat ini menjadi penekan utama pergerakan harga si kuning.
