back to top
Jumat, Januari 23, 2026
24 C
Jakarta

Tingkatkan Pendapatan, Pelayaran Bina Buana Beli Satu Unit Kapal US$12,1 Juta

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Pelayaran Nasional Bina Buana Raya Tbk (BBRM), mengumumkan PerseroanĀ  membeli satu unit kapal Anchor Handling Tug Supply (AHTS) 80T BP (XYF125) kapasitas 6000BHP Great Union China Limited senilai US$12,1 juta. Perjanjian pembelian atau pembuatan kapal pada 30 Oktober 2024.

Direksi BBRM dalam keterbukaan informasi, Jumat (01/11/2024) mengemukakan, berdasarkan perjanjian, Perseroan harus membayar deposit sebesar 10% atau US$1,21 juta sebelum tanggal 22 November 2024. Adapun sisa pembayaran akan dilakukan secara bertahap. ā€œSerah terima kapal akan dilakukan 390 hari sejak kontrak ditandatangani,ā€ tulis Direksi BBRM dalam keterangan tertulisnya.

Menurut Direksi BBRM, pembelian kapal tersebut merupakan strategi Perseroan untuk meningkatkan nilai tambah dan meningkatkan pendapatan Perseroan. Setelah pembelian Kapal AHTS ini, Perseroan akan memiliki 2 kapal SPB dan 5 kapal Offshore Support Vessel yang akan menjadi sumber pendapatan Perseroan.

Direksi BBRM mengatakan, transaksi pembelian kapal OSV akan berdampak pada keuangan Perseroan yakni bertambahnya aset dan jumlah utang Perseroan. Namun, pembelian satu unit kapal ini diharapkan dapat meningkatkan laba dan kinerja keuangan Perseroan, yang mana hal ini akan memberikan dampak positif bagi Perseroan.

ā€œPenambahan kapal OSV akan berdampak positif bagi operasional BBRM sehingga dapat memenuhi peluang -peluang terhadap permintaan sewa kapal baik dari luar wilayah Indonesia maupun di wilayah Indonesia,ā€ katanya.

Sekedar informasi, BBRM membukukan pendapatan sebesar US$9,28 juta pada Januari-September 2024, tumbuh 20% dari US$7,72 juta pada periode sama 2023.

Dari pendapatan di atas, emiten jasa transportasi laut beraset US$41,29 juta per September 2024 itu mencatat laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$5,83 juta pada Januari-September 2024. Nilai laba tersebut meroketĀ  1.132% dibanding US$2,86 juta pada Januari-September 2023. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

Indonesia – Swiss Perkuat EBT Melalui Peluncuran Renewable Energy Skills Development

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral...

IMF Ramal Ekonomi RI Tumbuh 5,1% di 2026, Puji Stabilitas Makroekonomi

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Dana Moneter Internasional (IMF) menilai perekonomian...

Astra Agro Lestari (AALI) Akui Bayar Denda Rp571 Miliar kepada Satgas PKH

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI)...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru