back to top

Trimegah Sekuritas Habiskan Dana Obligasi Rp 497,45 Miliar untuk Modal Kerja

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) melaporkan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum obligasi. Laporan ini terkait dengan Obligasi Berkelanjutan II Trimegah Sekuritas Indonesia Tahap II Tahun 2025. Perseroan mengumumkan seluruh dana yang dihimpun telah habis digunakan.

Dalam aksi korporasi tersebut, perusahaan berhasil mengantongi nilai emisi bruto sebesar Rp 500 miliar. Angka ini kemudian dikurangi biaya penawaran umum sebesar Rp 2.540.141.667. Dengan demikian, perseroan menerima hasil bersih senilai Rp 497.459.858.333.

Berdasarkan laporan per tanggal 1 Desember 2025, seluruh dana bersih tersebut telah diserap habis. Manajemen membagi alokasi dana ke dalam dua pos penggunaan utama sesuai rencana.

Porsi terbesar dialirkan untuk kegiatan Reverse Repurchase Agreement (REPO). Total dana yang digelontorkan untuk REPO mencapai Rp 348.221.900.833.

Sementara itu, sisa dana digunakan untuk modal kerja pembiayaan transaksi marjin. Nilai yang disalurkan untuk kegiatan ini sebesar Rp 149.237.957.500. Dengan realisasi tersebut, sisa dana hasil penawaran umum kini tercatat nol rupiah.

Corporate Secretary Trimegah Sekuritas Indonesia, Nindya Kumala Dewi menyampaikan laporan ini melalui surat resmi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Surat tersebut dikirimkan pada Senin, 15 Desember 2025.

“Bersama surat ini kami sampaikan Laporan Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Obligasi Berkelanjutan II Trimegah Sekuritas Indonesia Tahap II Tahun 2025 sebagai pemenuhan kewajiban pelaporan yang diatur dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 30/POJK.04/2015 tentang Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum,” tulis Nindya dalam keterbukaan informasi dikutip Selasa (16/12/2025).

Perseroan turut melampirkan rincian biaya yang dikeluarkan dalam rangka penawaran umum ini. Biaya terbesar berasal dari jasa manajemen (management fee) senilai Rp 1.250.000.000 atau setara 0,250%.

Biaya jasa penjaminan (underwriting fee) tercatat sebesar Rp 250.000.000 atau 0,050%. Angka yang sama juga dikeluarkan untuk biaya jasa penjualan (selling fee) yakni Rp 250.000.000 atau 0,050%.

Pengeluaran lainnya mencakup biaya profesi penunjang pasar modal. Biaya jasa konsultan hukum menelan dana Rp 150.000.000. Sedangkan biaya jasa notaris tercatat sebesar Rp 50.000.000.

Untuk lembaga penunjang pasar modal, perseroan membayar jasa wali amanat sebesar Rp 160.000.000. Biaya jasa pemeringkatan efek tercatat cukup besar yakni Rp 350.000.000.

Terakhir, terdapat biaya lain-lain. Pos ini mencakup biaya pencatatan pada BEI, biaya untuk KSEI, percetakan, dan audit penjatahan dengan total Rp 80.141.667. Total keseluruhan biaya emisi ini mencapai 0,517% dari total dana yang dihimpun.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Emiten Sulit Penuhi Free Float 15%? Bos BEI Siapkan Tahapan Khusus

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa...

MDKA Siap Lunasi Pokok dan Bunga Obligasi V Tahun 2025 Seri A, Segini Nilainya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA)...

IHSG Sesi I Tertahan di 8.141,846, Turun 0,06%

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru