Trump Ancam Naikkan Tarif Impor, Saham Otomotif Korea Selatan Langsung Berguguran
STOCKWATCH.ID (SEOUL) – Saham perusahaan otomotif Korea Selatan rontok pada perdagangan Selasa (27/1/2026). Sentimen negatif ini muncul usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengincar ekonom...
Ancaman tersebut sempat merusak suasana pasar di bursa Korea Selatan. Indeks Kospi sempat melemah 0,36% pada awal sesi. Padahal, Kospi mencatatkan kinerja positif selama 15 hari dari 17 sesi sejak awal tahun ini.
Namun, indeks Kospi berhasil berbalik arah dan ditutup menguat 0,76% ke level 4.987,02. Di sisi lain, retorika Trump tidak mempengaruhi indeks saham lapis kedua Kosdaq yang melonjak 1,41%.
Kondisi pasar di kawasan Asia-Pasifik lainnya bergerak bervariasi. Indeks S&P/ASX 200 di Australia melambung 1,07% ke posisi 8.954,80. Bursa Australia mencapai level tertinggi dalam hampir tiga bulan setelah kembali beroperasi dari libur hari Senin.
Indeks Hang Seng (HSI) di Hong Kong juga menguat 0,63% ke level 26.934,92. Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik tipis 0,10% menuju 52.940,59. Sementara itu, indeks Shanghai di Tiongkok hanya naik 0,05% ke posisi 4.134,71.
Di sisi lain, bursa Wall Street di Amerika Serikat ditutup menghijau pada malam sebelumnya. Indeks S&P 500 naik 0,50% dan Dow Jones Industrial Average menguat 0,64%.
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Wall Street Bangkit, Lonjakan Saham Microsoft Akhiri Tren Negatif Nasdaq
- Shell Cetak Laba USD 9,8 Miliar, Bursa Saham Eropa Melaju di Tengah Konflik AS-I...
- Mayoritas Bursa Asia Terkoreksi, Nikkei Menguat, Kospi Turun Lebih dari 1%
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026