STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp7,64 triliun (Rp93 per saham) pada 2025, melonjak 127% jika dibandingkan Rp3,36 triliun (Rp76 per saham) tahun 2024.
Menurut laporan keuangan per Desember 2025 yang dipublikasikan Kamis, 12 Februari 2026, penjualan bersih UNVR mencapai Rp31,94 triliun pada 2025, naik 4,31% dari Rp30,62 triliun pada tahun 2024.
Penjualan UNVR sepanjang tahun 2025 didominasi pasar dalam negeri yakni Rp31,01 triliun (97,88%), sedangkan ekspor menyumbang Rp942,13 miliar.
Seiring penjualan, beban pokok penjualan UNVR juga naik lebih tinggi dari penjualan yakni sebesar 5,49% menjadi Rp16,94 triliun pada 2025, dari Rp16,06 triliun tahun 2024. Namun, laba kotor Perseroan tumbuh 3% menjadi Rp14,99 triliun pada 2025 dibanding Rp14,55 triliun pada tahun 2024.
Manajemen Perseroan juga berhasil melakukan efisiensi operasional. Hal ini tercermin pada beban pemasaran dan penjualan yang turun menjadi Rp7,39 triliun dari Rp7,67 triliun pada 2024. Adapun, beban umum dan administrasi juga berkurang menjadi Rp2,93 triliun dari Rp3,06 triliun tahun 2024.
Akumulasi antara penjualan dan efisiensi biaya ini mendorong laba usaha UNVR tumbuh 20,61% menjadi Rp4,59 triliun pada 2025, dibanding Rp3,80 triliun pada tahun 2024.
Selain didukung penjualan dan efisiensi, lonjakan laba UNVR di tahun 2025 juga ditopang oleh laba dari operasi yang dihentikan setelah pajak yang meroket tajam 874,44% menjadi Rp4,1 triliun pada 2025, dari Rp464,045 miliar pada tahun 2024.
Dari sisi neraca keuangan, Unilever Indonesia (UNVR) memiliki total aset sebesar Rp20,01 triliun per Desember 2025, meningkat 24,74% dari Rp16,04 triliun per Desember 2024. Semenara jumlah liabilitas dan ekuitas UNVR per Desember 2025, masing-masing sebesar Rp15,54 triliun dan Rp4,47 triliun. (konrad)
