Wall Street Ambruk! Dow Anjlok 478 Poin, S&P 500 Melemah Akibat Ketidakpastian Tarif Trump

STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Wall Street ambruk pada penutupan perdagangan Selasa (11/3/2025) waktu setempat atau Rabu pagi (13/3/2025) WIB. Investor panik setelah Presiden Donald Trump mengumumkan kebij...

Wall Street Ambruk! Dow Anjlok 478 Poin, S&P 500 Melemah Akibat Ketidakpastian Tarif Trump
Bacakan Artikel

Senin lalu, Nasdaq mencatat hari terburuk sejak September 2022 setelah anjlok 4%. Sementara itu, Dow sempat kehilangan hampir 900 poin dalam sehari. Citigroup bahkan menurunkan peringkat saham AS dari overweight menjadi netral, mengutip perlambatan ekonomi sebagai alasan utama.

"Kita melihat bahwa pemerintahan saat ini memiliki toleransi tinggi terhadap gejolak ekonomi demi tujuan perdagangan yang tidak sepenuhnya bersifat ekonomi," kata Ross Mayfield, ahli strategi investasi Baird. "Saya masih yakin kita belum di ambang resesi, tapi mungkin akan mengalami perlambatan ekonomi yang cukup signifikan."

Sinyal perlambatan ekonomi juga diperkuat oleh laporan dari Delta Air Lines yang memangkas proyeksi laba akibat lemahnya permintaan di AS. Saham maskapai ini langsung anjlok 7,3%, sementara saham Disney dan Airbnb ikut tertekan masing-masing 5%.

Di tengah kepanikan pasar, Trump tampak santai menanggapi gejolak di Wall Street. "Pasar akan naik dan turun, tapi yang lebih penting, kita harus membangun kembali negara kita," ujarnya kepada wartawan di Gedung Putih.

Kini, investor menunggu data indeks harga konsumen (CPI) Februari yang akan dirilis pada Rabu. "CPI ini krusial. Jika inflasi lebih tinggi dari perkiraan, The Fed bisa saja menunda pemangkasan suku bunga yang diharapkan pasar," ujar Mayfield. "Namun, jika inflasi terkendali, The Fed punya ruang untuk memangkas suku bunga demi mencegah perlambatan ekonomi lebih dalam."

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2