Wall Street Anjlok, Saham Salesforce Terjun Bebas
STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Wall Street anjlok pada penutupan perdagangan Kamis (30/5/2024) waktu setempat atau Jumat pagi (31/5/2024) WIB. Saham Salesforce terjun bebas, sementara para trader bersiap m...
“Kami berada dalam situasi satu langkah maju, satu langkah mundur,” kata Jason Heller, wakil presiden eksekutif di Coastal Wealth. Setelah mencapai rekor tertinggi baru-baru ini, para trader mulai “mengurangi risiko.”
Kenaikan yield obligasi Treasury 10 tahun telah merusak sentimen investor minggu ini. Yield yang lebih tinggi bisa menjadi kabar buruk bagi investor saham karena mengurangi kelipatan yang bersedia dibayar trader untuk ekuitas dan membuat investasi yang lebih aman, seperti obligasi Treasury dan dana pasar uang, lebih menarik. Meskipun yield turun di bawah 4,6% pada Kamis, tetap berada di atas level 4,5%, yang dianggap bermasalah bagi saham.
Meski minggu ini bergejolak, indeks-indeks tersebut diperkirakan akan mengakhiri bulan perdagangan, yang juga berakhir pada penutupan Jumat, dengan kenaikan. Nasdaq Composite dan S&P 500 naik hampir 7% dan 4% di bulan Mei. Dow naik 0,8% di bulan ini. Ketiga indeks mencapai rekor tertinggi pada bulan Mei.
Investor harus mengharapkan volatilitas berlanjut karena pertanyaan seputar kesehatan belanja konsumen dan jalur suku bunga, kata Clark Bellin, kepala investasi di Bellwether Wealth. Dia menyamakan aksi pasar baru-baru ini dengan ombak yang datang sebelum kembali surut.
“Kami masih memiliki beberapa ekspektasi baik yang terbentuk di pasar — banyak dari ini adalah investasi momentum,” kata Bellin. “Namun, investasi momentum bekerja sampai tidak lagi.”
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%
- JakOne Mobile Berjaya, Bank Jakarta Sabet Penghargaan Digital Excellence Awards...
- Penjualan ICBP Capai Rp41,86 Triliun, Kenapa Laba Bersih Justru Susut 33% di Sem...
- Penjualan Indofood Tembus Rp65,53 Triliun, Tapi Laba Bersih Turun Gara-Gara Ini
- Telkom Cetak Laba Rp14,21 Triliun di Semester I 2026, Pendapatan Tembus Rp75,88...
- Wall Street Bangkit, Lonjakan Saham Microsoft Akhiri Tren Negatif Nasdaq
- Shell Cetak Laba USD 9,8 Miliar, Bursa Saham Eropa Melaju di Tengah Konflik AS-I...
- Mayoritas Bursa Asia Terkoreksi, Nikkei Menguat, Kospi Turun Lebih dari 1%
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%
- JakOne Mobile Berjaya, Bank Jakarta Sabet Penghargaan Digital Excellence Awards...