back to top

Wall Street Bikin Geger, Dow Jones Tembus 42.000 dan S&P 500 Cetak Rekor Fantastis!

STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Wall Street mengguncang dunia pada penutupan perdagangan hari Kamis (19/9/2024) waktu setempat atau Jumat pagi (20/9/2024) WIB.

Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York, AS melompat 522,09 poin atau 1,26%, menjadi 42.025,19—pertama kalinya Dow melampaui batas 42.000. Indeks S&P 500 (SPX) juga meroket 95,38 poin atau 1,7% mencapai 5.713,64, rekor baru di atas level 5.700. Sementara itu, indeks komposit Nasdaq (IXIC) melonjak tajam 440,68 poin atau 2,51% menyentuh 18.013,98.

Kenaikan signifikan ini dipicu oleh langkah Federal Reserve yang memangkas suku bunga sebesar 0,5% pada Rabu malam waktu setempat. Kebijakan tersebut dinilai sebagai upaya untuk menjaga pertumbuhan ekonomi Amerika tetap stabil di tengah ketidakpastian global. “Pasar sudah terlalu lama menunggu keputusan ini,” kata Timothy Chubb, Chief Investment Officer di Girard Advisory Services. Menurutnya, banyak perusahaan, terutama skala kecil, akan sangat terbantu dengan pelonggaran kebijakan moneter ini.

Tak hanya itu, data pengangguran mingguan yang turun sebesar 12.000 menjadi 219.000, jauh di bawah perkiraan, juga memperkuat optimisme para pelaku pasar. Keadaan ini mengisyaratkan bahwa perekonomian AS masih berada di jalur yang tepat meski menghadapi tantangan global.

Saham-saham teknologi menjadi pendorong utama kenaikan. Nvidia dan AMD masing-masing melonjak sekitar 4% dan hampir 6%. Saham Micron Technology juga ikut terdongkrak sebesar 2,2%. Raksasa teknologi lainnya seperti Meta Platforms dan Alphabet juga mencatat kenaikan signifikan, masing-masing naik 3,9% dan 1,5%.

Selain sektor teknologi, saham industri besar seperti Caterpillar dan Home Depot turut mengalami lonjakan masing-masing sebesar 5,1% dan 1,7%. Saham JPMorgan Chase, salah satu bank terbesar di dunia, ikut naik 1,4% berkat aksi beli besar-besaran yang dipicu oleh keputusan pemangkasan suku bunga tersebut.

Keputusan Fed untuk menurunkan suku bunga dari kisaran 5,25% ke 4,75% sampai 5,00% menjadi penurunan pertama dalam empat tahun terakhir. Meskipun beberapa investor awalnya menganggap langkah ini terlalu besar, respons pasar justru sangat positif. “Banyak investor yang biasanya menghindari risiko kini kembali ke pasar,” tambah Chubb, menjelaskan bagaimana kebijakan ini mengubah suasana pasar menjadi lebih optimis.

Dengan pergerakan besar ini, jelas bahwa keputusan Federal Reserve memiliki dampak signifikan terhadap ekonomi Amerika. Para investor kini berharap perekonomian AS tetap stabil di tengah gejolak global yang terjadi.

 

4o

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street Ditutup Bervariasi, Saham Nvidia Anjlok Lebih Dari 5% 

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Mayoritas Bursa Eropa Menguat, Saham Puma dan Engie Melonjak

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup bervariasi pada...

Efek ‘Takaichi Trade’ Bursa Saham Asia Kompak Menguat

STOCKWATCH.ID (TOKYO) - Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru