STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup melemah tipis pada perdagangan Jumat (16/1/2026) waktu setempat atau Sabtu pagi (17/1/2026) WIB. Indeks utama juga mencatat kerugian mingguan. Para pedagang tengah menimbang komentar terbaru Presiden Donald Trump terkait Federal Reserve dan isu geopolitik.
Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York melemah 83,11 poin atau 0,17% ke posisi 49.359,33. Indeks S&P 500 (SPX) tergelincir 0,06% dan ditutup pada level 6.940,01. Sementara itu, indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi, turun tipis 0,06% menjadi 23.515,39.
Tiga indeks utama menyentuh level terendah sesi ini usai Trump memberikan pernyataan di Gedung Putih. Trump mengisyaratkan Direktur Dewan Ekonomi Nasional, Kevin Hassett, akan tetap di perannya saat ini. Artinya, ia mungkin tidak dipilih menjadi ketua The Fed berikutnya.
“Sebenarnya saya ingin mempertahankan Anda di posisi Anda sekarang, jika Anda ingin tahu kebenarannya,” ujar Trump.
Sebelumnya, Hassett dianggap sebagai kandidat kuat pengganti Ketua The Fed Jerome Powell. Masa jabatan Powell akan berakhir pada Mei. Namun, pasar prediksi kini menunjukkan mantan Gubernur The Fed, Kevin Warsh, lebih unggul setelah komentar Presiden.
Pedagang melihat Hassett sebagai pilihan yang lebih ramah pasar. Wall Street berharap ia lebih bersedia menjaga suku bunga tetap rendah dibandingkan Warsh.
David Krakauer, Wakil Presiden Manajemen Portofolio di Mercer Advisors memberikan pandangannya terkait situasi ini.
“Entah itu Hassett atau orang lain, saya pikir asumsi yang kita — setidaknya sebagian besar dari kita — miliki adalah siapapun yang akan menjabat, orang ini pasti akan memiliki motif politik dan bukan pola pikir yang lebih tradisional, mencoba untuk sepenuhnya objektif dalam memimpin The Fed,” kata Krakauer.
Ia menambahkan, “Ancaman terhadap independensi The Fed tentu saja, Anda tahu, menjadi perhatian bagi kami dan semua orang.”
Di sisi lain, saham sektor chip menopang pasar. Taiwan Semiconductor memimpin kenaikan setelah laporan kuartal keempat yang memukau. Selain itu, AS dan Taiwan mencapai kesepakatan dagang. Perusahaan chip dan teknologi Taiwan akan berinvestasi setidaknya USD 250 miliar untuk kapasitas produksi di Amerika.
Saham Taiwan Semi serta saham chip lainnya seperti Broadcom dan Advanced Micro Devices kompak menguat pada hari Jumat.
Sebaliknya, saham perbankan melemah sepanjang pekan ini meski pendapatan mereka kuat. Investor khawatir soal seruan Trump untuk membatasi suku bunga kartu kredit. JPMorgan Chase dan Bank of America menjadi pemberat, masing-masing merosot 5% minggu ini.
Minggu ini menjadi periode yang sibuk bagi investor. Mereka menghadapi berbagai berita utama dari Washington. Isu berkisar dari kekhawatiran independensi The Fed hingga peningkatan risiko geopolitik di Iran dan Greenland.
Risiko geopolitik memanas pada Jumat. Trump mengatakan mungkin akan mengenakan tarif pada negara-negara “jika mereka tidak setuju dengan Greenland.”
Secara mingguan, S&P 500 mencatat penurunan 0,4%. Dow Jones turun 0,3%. Nasdaq melemah 0,7% sepanjang minggu ini.
