back to top

Wall Street Pecah Rekor Lagi! Nasdaq dan S&P 500 Naik, Dow Jones Malah Melorot!

STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Wall Street ditutup beragam pada perdagangan hari Kamis (24/7/2025) waktu setempat atau Jumat pagi (25/7/2025) WIB). Bursa saham Amerika Serikat kembali mencetak sejarah. Indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite mencatatkan rekor penutupan tertinggi pada Kamis waktu setempat.

Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York) melemah 316,38 poin atau turun 0,7% ke level 44.693,91. Indeks S&P 500 (SPX) 500 mencatat kenaikan sebesar 4,44 poin atau 0,07% menjadi 6.363,35. Sementara itu, indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi, menguat 37,94 poin atau naik 0,18% ke posisi 21.057,96.

Sepanjang Kamis, indeks S&P 500 dan Nasdaq bukan hanya menembus rekor penutupan, tapi juga mencetak level intraday tertinggi sepanjang masa. Ini menjadi penutupan rekor ke-13 untuk S&P 500 sepanjang 2025. Empat di antaranya terjadi minggu ini, termasuk saat indeks tembus level 6.300 untuk pertama kalinya pada Senin.

Nasdaq juga tak mau kalah. Indeks yang dipenuhi saham teknologi ini mencatat tiga kali rekor penutupan hanya dalam satu pekan, dan berhasil melewati level 21.000 pada Rabu.

Walaupun Dow Jones sempat mengalami pelemahan pada Kamis, ketiga indeks utama masih berada di jalur positif untuk menutup pekan dengan kenaikan. Dow Jones diperkirakan naik hampir 1% dalam sepekan. Nasdaq juga mencatatkan kenaikan serupa. S&P 500 bahkan naik sekitar 1,1% dalam periode yang sama.

Kinerja positif ini tak lepas dari musim laporan keuangan yang solid. Hampir 83% dari 155 perusahaan dalam indeks S&P 500 yang telah melaporkan kinerjanya berhasil melampaui ekspektasi analis Wall Street.

“Fase reli ini perlu menyebar lebih luas atau menunjukkan konsistensi seperti yang telah kita lihat dari pasar secara umum agar bisa melanjutkan kenaikan berikutnya,” ujar Keith Buchanan, Senior Portfolio Manager di Globalt Investments, dalam wawancara di CNBC Power Lunch.

Selain laporan keuangan, sentimen positif juga datang dari kerja sama dagang baru. Awal pekan ini, Presiden Donald Trump mengumumkan kesepakatan dagang besar dengan Jepang, termasuk pengenaan tarif 15% secara resiprokal.

Trump juga mengumumkan bahwa Amerika Serikat dan Indonesia telah mencapai kerangka kesepakatan dagang. Para pelaku pasar kini menantikan pengumuman tambahan sebelum tenggat tarif terbaru dari pemerintahan Trump pada 1 Agustus.

Pekan depan, investor juga akan memantau rapat The Federal Reserve. Fokus utama tetap pada keputusan bank sentral soal suku bunga.

Trump kembali menekan Gubernur The Fed, Jerome Powell, untuk menurunkan suku bunga. Keduanya bahkan sempat adu argumen soal anggaran renovasi markas bank sentral saat kunjungan bersejarah usai jam bursa Kamis lalu.

Namun setelah meninjau langsung proyek renovasi, Trump melunak. Ia menyatakan tidak berencana memecat Powell, isu yang sebelumnya sempat mengguncang pasar.

“Memecat itu langkah besar, dan saya rasa tidak perlu dilakukan. Saya percaya dia akan melakukan hal yang benar,” ujar Trump.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Wall Street Ditutup Bervariasi, Saham Nvidia Anjlok Lebih Dari 5% 

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Mayoritas Bursa Eropa Menguat, Saham Puma dan Engie Melonjak

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup bervariasi pada...

Efek ‘Takaichi Trade’ Bursa Saham Asia Kompak Menguat

STOCKWATCH.ID (TOKYO) - Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik kompak...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru