Senin, Januari 12, 2026
23.8 C
Jakarta

Wall Street Terpuruk, Nasdaq Anjlok 2% Usai Reli AI Berbalik Arah

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Wall Street merosot tajam pada penutupan perdagangan Kamis (20/11) waktu setempat atau Jumat pagi (21/11/2025) WIB. Reli besar yang dipicu laporan kinerja Nvidia hilang dalam hitungan jam. Sentimen melemah karena investor mulai meragukan peluang pemangkasan suku bunga The Federal Reserve pada Desember.

Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York turun 386,51 poin atau -0,84% dan ditutup di 45.752,26. Indeks ini sempat melonjak lebih dari 700 poin pada awal sesi.

Indeks S&P 500 (SPX) ikut melemah 103,40 poin atau -1,56% dan berakhir di 6.538,76.

Indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang berisi banyak saham teknologi anjlok 486,18 poin atau -2,16% menjadi 22.078,05. Indeks ini sempat naik 2,6% sebelum berbalik arah.

Aksi jual meningkat usai saham Nvidia berbalik arah. Saham perusahaan chip itu sempat naik 5% setelah merilis kinerja kuartalan yang mengalahkan perkiraan dan memberikan proyeksi penjualan kuartal IV yang optimistis. Saham Nvidia akhirnya ditutup turun 3%.

CEO Nvidia Jensen Huang menyampaikan permintaan untuk chip Blackwell generasi terbaru sedang sangat tinggi. “Permintaan untuk chip Blackwell generasi terbaru kami ‘off the charts’,” ujarnya. Ia menolak anggapan terkait gelembung AI.

Koreksi makin dalam karena kekhawatiran atas valuasi saham AI kembali muncul. Investor juga menimbang risiko pada sektor teknologi jika The Fed menahan suku bunga lebih lama. Saham Oracle dan AMD melemah lebih dulu, lalu disusul Nvidia.

Tekanan bertambah setelah rilis data tenaga kerja September yang tertunda akibat penutupan pemerintah Amerika Serikat. Laporan itu menunjukkan ekonomi Amerika Serikat menambah 119.000 pekerjaan, lebih tinggi dari perkiraan ekonom. Setelah data dirilis, probabilitas pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember turun menjadi kurang dari 40%.

Jeff Kilburg dari KKM Financial menyebut perubahan ekspektasi pasar terasa cepat. “‘Nvidia sizzle’ sedang dipadamkan oleh turunnya probabilitas pemangkasan suku bunga Desember,” ujarnya. “Pasar mengharapkan pemangkasan pada Desember, narasinya berubah.”

Pergerakan pada Kamis menambah tekanan untuk saham-saham AI yang melemah sepanjang bulan. Nvidia berada di jalur penurunan hampir 11% pada November dan berpotensi mencatat bulan terburuk sejak Maret.

Di tengah tekanan luas, saham Walmart tetap menguat. Harga sahamnya naik sekitar 6% setelah melaporkan penjualan dan pendapatan kuartal fiskal III yang lebih kuat dari perkiraan. Kenaikan ini ikut ditopang pertumbuhan bisnis e-commerce. Pergerakan Walmart dikaitkan rotasi investor dari saham teknologi bernilai tinggi ke saham defensif.

Thomas Martin, Senior Portfolio Manager Globalt Investments, menilai pasar masih mencari arah. Ia menyampaikan, “Perlu waktu bagi pasar untuk mencerna posisi ideal antara saham bertumbuh dan saham bernilai, serta eksposur terhadap aset berisiko atau aset aman.”

- Advertisement -

Artikel Terkait

S&P 500 dan Dow Jones Cetak Rekor Baru, Wall Street Tutup Pekan dengan Gemilang

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Bursa saham Amerika Serikat atau...

Bursa Eropa Ditutup Menguat, Pasar Cermati Data Tenaga Kerja AS

STOCKWATCH.ID (LONDON) – Bursa saham Eropa ditutup menguat pada...

Bursa Asia Berakhir Variatif, Saham Pertahanan Hanwha Aerospace Meroket 11%

STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik bergerak...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru