Dituding Kejar Kuantitas Ketimbang Kualitas Emiten Baru, BEI Ngaku Introspeksi dan Siapkan Strategi Tingkatkan Mutu IPO
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Para pelaku pasar modal Indonesia kerap mengkritik kualitas emiten-emiten baru yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kalangan pemilik modal tersebut meminta BEI bukan...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Para pelaku pasar modal Indonesia kerap mengkritik kualitas emiten-emiten baru yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kalangan pemilik modal tersebut meminta BEI bukan hanya sekedar mengejar target jumlah emiten tapi mengabaikan kualitas calon Perusahaan Tercatat tersebut.
Pasalnya, tidak sedikit emiten pendatang baru tersebut kualitasnya tidak sesuai dengan harapan pemodal. Tidak heran, Ketika pertama kali menjejakan kaki di lantai Bursa, harga saham emiten yang bersangkutan langsung nyungsep. Bahkan berkali-kali mengalami auto reject bawah (ARB). Kondisi memprihatinkan ini tentu saja merugikan investor yang sudah menggelontorkan dananya.
Menjawab kritikan tersebut, Direktur Penilaian BEI, I Gede Nyoman Yetna, bicara blak-blakan kepada awak media di Jakarta, Rabu (20/3/2024). Menurut Nyoman, BEI berkomitmen untuk meningkatkan kualitas emiten baru yang tercatat di bursa. "Kami di Bursa khususnya open mind. Kita melakukan introspeksi dan refleksi. Apa yang sudah kita capai, terus kemudian apa feedback dari market," ujarnya.
Nyomanjuga menyoroti beberapa masalah yang sering terjadi dengan emiten baru, seperti volatilitas transaksi dan penurunan harga saham setelah listing. Untuk mengatasi hal ini, BEI telah melakukan evaluasi menyeluruh dan sedang memproses beberapa perubahan peraturan.
Pertama-tama, BEI akan menyempurnakan peraturan mengenai penjatahan saham untuk mengatasi volatilitas transaksi. "Kemudian yang kedua terkait dengan free float. Bagaimana kita meningkatkan jumlah free float yang real free float," tambah Nyoman. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan stabilitas harga saham.
- ACES Bukukan Laba Rp390,3 Miliar pada Semester I 2026, Ekspansi AZKO Capai 276 G...
- Direktur ISAT Irsyad Sahroni Borong 1 Juta Saham Senilai Rp1,92 Miliar
- Hasil Investasi Maximus Insurance Tertekan Volatilitas Pasar di Semester I 2026
- IHSG Pagi Ini Naik 21,717 Poin, Mayoritas Saham Menghijau
- NIRO Bakal Lepas Salah Satu Lini Usaha Entitas Anak, Ini Tujuannya
- Direktur ISAT Irsyad Sahroni Borong 1 Juta Saham Senilai Rp1,92 Miliar
- IHSG Pagi Ini Naik 21,717 Poin, Mayoritas Saham Menghijau
- NIRO Bakal Lepas Salah Satu Lini Usaha Entitas Anak, Ini Tujuannya
- ACES Bukukan Laba Rp390,3 Miliar pada Semester I 2026, Ekspansi AZKO Capai 276 G...
- Hasil Investasi Maximus Insurance Tertekan Volatilitas Pasar di Semester I 2026
- IHSG Berpeluang Koreksi Jangka Pendek, Intip 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas Hari...
- Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah
- Diplomasi Trump ke Iran Bikin Harga Minyak Anjlok 4,5%, Bursa Saham Eropa Parkir...
- Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Trump Batalkan Serangan ke Iran
- Stock Futures Wall Street Naik Tipis Usai Dow Jones Cetak Rekor Tertinggi