Minggu, November 30, 2025
26.8 C
Jakarta

Incar Dana IPO Rp2,13 Triliun, Yupi Indo Jelly Gum Tawarkan 854,448 Juta Saham ke Publik

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI), calon emiten di bidang industri kembang gula berencana melakukan penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) sebanyak 854.448.900 saham biasa yang terdiri dari maksimal 256,33 juta saham baru yang dikeluarkan dari portepel perseroan yang mewakili 3% dari modal ditempatkan dan disetor.

Selain itu, maksimal  598,11 juta saham milik PT Sweets Indonesia, yang mewakili 7% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan. Sehingga jumlah saham yang ditawarkan mencapai 10% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO.

Seperti tergambar dalam prospektus rencana IPO saham PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI), yang diumumkan, Kamis (06/3/2025), penawaran umum saham YUPI dilakukan pada 17-19 Maret 2025. Penjatahan saham YUPI, dan distribusi saham secara elektronik pada 19 dan 20 Maret 2025. Pencatatan saham YUPI di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 21 Maret 2025. Bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek adalah PT CIMB Niaga Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas.

Harga perdana saham YUPI di kisaran Rp2.100-Rp2.500 per unit. Sehingga, calon emiten di bidang industri kembang gula itu berpeluang mendapatkan dana segar sebesar Rp2,13 triliun. Ini terdiri atas dari Rp640,83 miliar dari penawaran umum atas saham baru dan sebesar Rp1,49 triliun dari saham milik PT Sweets Indonesia.

Seluruh dana yang diperoleh Perseroan dari hasil Penawaran Umum Perdana Saham terkait Saham Baru, setelah dikurangi dengan biaya-biaya emisi,  sebesar 77% akan digunakan untuk keperluan pembiayaan belanja modal. Ini antara lain untuk pembangunan pabrik baru di daerah Nganjuk Jawa Timur, dengan total biaya yang diestimasi sekitar sebesar Rp437,500 miliar dan diestimasi akan beroperasi paling cepat pada tahun 2026.

Sementara sebesar 23% akan digunakan sebagai modal kerja Perseroan untuk melakukan ekspansi bisnis baik ke pasar internasional maupun pasar dalam negeri, yang termasuk tapi tidak terbatas untuk keperluan term of payment, persediaan dan penambahan jumlah karyawan. (konrad)

- Advertisement -

Artikel Terkait

13 Perusahaan Antre IPO, 7 Berpotensi Melantai Tutup Tahun Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) — Sejumlah perusahaan diketahui tengah mengantre untuk...

Simak! Ini 5 Saham Top Losers dalam Sepekan, Ada MSIN, PURI dan KOKA

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan...

Sinar Mas Multiartha (SMMA) Tambah Setoran Modal Anak Usaha Rp880 Miliar

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Sinar Mas Multiartha Tbk (SMMA) telah...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru