STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Wall Street ditutup menguat tipis pada penutupan perdagangan Senin (9/6/2025) waktu setempat atau Selasa pagi (10/6/2025) WIB. Kenaikan ini didorong oleh harapan investor terhadap perkembangan positif dalam pembicaraan dagang antara Amerika Serikat dan China.
Mengutip CNBC International, indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) di Bursa Efek New York) nyaris tak bergerak setelah turun tipis 1,11 poin ke level 42.761,76. Indeks S&P 500 (SPX) 500 tipis naik 5,52 poin atau setara 0,09% dan ditutup di level 6.005,88. Sementara itu, indeks komposit Nasdaq (IXIC) yang didominasi saham teknologi, menguat 61,28 poin atau 0,31% ke posisi 19.591,24.
Penguatan pasar terjadi setelah para pejabat tinggi dari AS dan China menggelar pertemuan di London. Delegasi AS dipimpin oleh Menteri Keuangan Scott Bessent, Menteri Perdagangan Howard Lutnick, dan Perwakilan Dagang Jamieson Greer.
Direktur Dewan Ekonomi Nasional Kevin Hassett mengatakan kepada CNBC bahwa AS ingin memastikan China serius dalam memenuhi komitmennya, termasuk soal ekspor mineral penting.
“Tujuan pertemuan hari ini adalah untuk memastikan mereka serius… benar-benar saling berjabat tangan… dan menyelesaikan ini,” kata Hassett kepada program Squawk Box di CNBC.
Ia juga menambahkan bahwa setelah kesepakatan tercapai, pembatasan ekspor dari AS akan dilonggarkan dan ekspor logam tanah jarang dari China akan kembali dilanjutkan dalam jumlah besar.
Pertemuan antara kedua negara akan berlanjut pada Selasa pagi waktu setempat. Negosiasi ini dilakukan setelah Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping berbicara lewat telepon pekan lalu dan sepakat untuk menurunkan tarif sementara selama proses negosiasi berlangsung.
Sinyal positif dari pembicaraan ini ikut mendorong saham-saham teknologi, khususnya di sektor semikonduktor.
Saham Qualcomm melonjak lebih dari 4% setelah perusahaan mengumumkan akuisisi Alphawave senilai US$2,4 miliar. Saham Advanced Micro Devices (AMD) naik 4,8%, Texas Instruments naik 3,5%, dan Nvidia juga ikut menguat. Saham Alibaba naik 1,8%.
“Investor hari ini mengambil posisi beli pada saham-saham big caps China dan saham semikonduktor AS, yang sama-sama diuntungkan dari perkembangan negosiasi dagang AS-China,” kata Larry Tentarelli, Chief Technical Strategist di Blue Chip Daily Trend Report.
Namun, saham Apple justru melemah 1,2% meskipun perusahaan menggelar Worldwide Developers Conference 2025. Dalam acara itu, Apple memperkenalkan desain baru sistem operasi iPhone, yang merupakan perubahan pertama sejak 2013.
Pelaku pasar juga menantikan rilis data inflasi minggu ini. Data indeks harga konsumen (CPI) dijadwalkan rilis Rabu, disusul indeks harga produsen (PPI) pada Kamis. Data tersebut akan menjadi acuan penting untuk melihat dampak tarif terhadap perekonomian.
Sebelumnya, ketiga indeks utama AS sudah mencatat kenaikan dua minggu berturut-turut. S&P 500 pada Jumat lalu bahkan berhasil ditutup di atas level 6.000 untuk pertama kalinya sejak 21 Februari.
