spot_img

Harga Minyak Dunia Merangkak Naik, Pasar Tunggu Hasil Negosiasi Dagang AS-China

STOCKWATCH.ID (NEWYORK) – Harga minyak mentah dunia naik tipis pada penutupan perdagangan Senin (9/6/2025) waktu setempat atau Selasa pagi (10/6/2025) WIB. Sentimen pasar ditopang oleh pelemahan nilai tukar dolar AS dan harapan positif dari pembicaraan dagang antara Amerika Serikat dan China.

Mengutip CNBC International, harga minyak mentah berjangka Brent naik 44 sen atau 0,7% menjadi US$66,91 per barel, di London ICE Futures Exchange.

Adapun harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 59 sen atau 0,9% ke posisi US$65,17 per barel, di New York Mercantile Exchange.

Pekan lalu, harga Brent sudah naik 4% dan WTI melonjak 6,2%. Sentimen tersebut didorong oleh ekspektasi bahwa kesepakatan dagang antara AS dan China bisa membangkitkan selera risiko investor.

Dolar AS yang lebih lemah juga turut memberi angin segar ke harga minyak. Indeks dolar turun 0,2%, sehingga membuat harga minyak menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping sempat melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon pada Kamis lalu. Setelah itu, pejabat dari kedua negara bertemu di London pada Senin untuk membahas ketegangan tarif.

Analis dari Ritterbusch and Associates menyebutkan bahwa diskusi mengenai tarif antara AS dan China membuat para pelaku pasar enggan melepas posisi beli. “Diskusi antara AS dan China hari ini terkait tarif membuat minat jual menurun,” tulis mereka dalam sebuah catatan.

Menurut analis pasar dari IG, Tony Sycamore, pertemuan tersebut berpotensi meredam dampak negatif dari rilis data ekonomi China. Ekspor China melambat ke level terendah dalam tiga bulan terakhir di bulan Mei karena tekanan dari tarif AS.

Deflasi harga pabrik di China juga memperdalam tekanan di dalam negeri. Sycamore mengatakan, “Waktu yang buruk bagi harga minyak mentah, yang saat itu sedang menguji level tertinggi dan mencoba menembus batas teknikal di atas US$65,” mengacu pada pergerakan harga WTI.

Selain itu, impor minyak mentah China juga tercatat turun ke level harian terendah dalam empat bulan terakhir. Penurunan ini terjadi seiring dimulainya pemeliharaan kilang oleh perusahaan pengilangan milik negara dan swasta.

Kekhawatiran soal peningkatan produksi OPEC+ bulan depan masih membayangi, tetapi pasar saat ini tampaknya lebih fokus pada kemungkinan tercapainya kesepakatan dagang AS-China.

Berdasarkan survei Reuters, produksi minyak dari negara-negara OPEC naik menjadi 26,75 juta barel per hari pada Mei, atau meningkat 150.000 barel per hari dari bulan sebelumnya. Arab Saudi mencatat kenaikan produksi terbesar, disusul oleh Uni Emirat Arab, sementara Irak justru menurunkan produksi untuk menebus kelebihan pasokan sebelumnya.

- Advertisement -

Artikel Terkait

Aksi Jual Melanda Pasar, Harga Emas Dunia Tergelincir Jelang Rilis Data Inflasi

STOCKWATCH.ID (CHICAGO) – Harga emas dunia melemah pada perdagangan Selasa...

Harga Minyak Dunia Anjlok 3% Setelah Jalur Selat Hormuz Kembali Pulih

STOCKWATCH.ID (HOUSTON) – Harga minyak dunia merosot sekitar 3%...

Harga Emas Menguat Tipis, Gencatan Senjata Israel-Iran Redakan Tekanan Pasar

STOCKWATCH.ID (NEW YORK) – Harga emas dunia kembali stabil pada...
spot_img

Populer 7 Hari

Berita Terbaru