STOCKWATCH.ID (JAKARTA) — Sejumlah perusahaan diketahui tengah mengantre untuk mencatatkan saham perdananya atau Initial Public Offering (IPO). Pihak bursa telah mengantongi daftar nama perusahaan yang masuk dalam antrean atau pipeline.
Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), I Gede Nyoman Yetna, menyampaikan perkembangan terbaru pipeline penerbitan efek di BEI per 28 November 2025.
BEI mencatat 13 perusahaan berada dalam pipeline penawaran umum perdana saham atau IPO. Komposisinya terdiri atas 2 perusahaan beraset kecil, 4 perusahaan beraset menengah, dan 7 perusahaan beraset besar.
Tak hanya IPO saham, instrumen investasi lain juga turut meramaikan pasar. Terdapat antrean untuk Right Issue, obligasi, hingga produk investasi lainnya. Menurut Nyoman, terdapat 1 perusahaan yang sedang memproses rights issue saham. Di instrumen pendapatan tetap, BEI mencatat 23 emisi obligasi yang berasal dari 17 perusahaan.
Pada instrumen reksa dana, terdapat 2 ETF yang sedang dalam proses pencatatan. BEI juga memproses 1 DIRE yang masuk pipeline
“1 perusahaan dalam pipeline Right Issue saham; 23 emisi obligasi yang berasal dari 17 perusahaan; 2 ETF yang sedang dalam proses pencatatan; dan 1 DIRE yang sedang dalam proses pencatatan,” jelas Nyoman.
Nyoman menjelaskan 7 dari 13 perusahaan dalam pipeline IPO menggunakan laporan keuangan per Juni 2025 sebagai dasar penawaran umum. Menurut dia, kondisi ini memberi peluang pencatatan saham di sisa tahun berjalan.
“7 dari 13 perusahaan menggunakan laporan keuangan per Juni 2025 sebagai dasar untuk melakukan penawaran umum sehingga apabila tidak terdapat concern terkait penawaran umum dan pencatatan oleh OJK dan BEI maka kami berharap perusahaan-perusahaan tersebut dapat melaksanakan pencatatan sahamnya pada sisa tahun 2025,” ujar Nyoman di Jakarta ditulis Sabtu (29/11/2025).
Dengan perkembangan tersebut, pasar menantikan emiten-emiten baru yang berpotensi memperkuat kapitalisasi pasar dan meningkatkan likuiditas perdagangan di BEI menjelang penutupan tahun.
