back to top

EBITDA IOTF Tumbuh Lebih dari 100% di 2025, Target Pendapatan dan Laba Naik 30% Tahun Ini

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) sukses mencetak kinerja keuangan solid sepanjang tahun 2025. Emiten yang bergerak di bidang Internet of Things (IoT) ini berhasil melipatgandakan Earning Before Interest, Tax, Depreciation, and Amortization (EBITDA). Capaian ini diraih di tengah tantangan ketidakpastian ekonomi global.

Berdasarkan data perusahaan, IOTF mencatatkan pertumbuhan pendapatan sekitar 5% secara tahunan pada 2025. Menariknya, pertumbuhan EBITDA melonjak lebih dari 100%. Lonjakan ini menunjukkan strategi peningkatan margin dan efisiensi biaya perusahaan berjalan sangat efektif.

Alamsyah, Chief Executive Officer (CEO) Sumber Sinergi Makmur, menjelaskan rincian pertumbuhan tersebut. Kenaikan EBITDA yang jauh melampaui pendapatan menjadi bukti kualitas laba perusahaan semakin baik. Strategi manajemen tidak hanya fokus pada volume penjualan semata.

“Ini adalah indikator yang jelas mengenai kualitas pertumbuhan, sekaligus mencerminkan peningkatan kualitas laba dan efektivitas eksekusi strategi manajemen,” ujar Alamsyah melalui keterangan tertulis, Senin (2/2/2026).

Peningkatan kinerja ini didorong oleh efisiensi operasional dan produktivitas tenaga kerja. IOTF juga telah menerapkan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) berbasis Artificial Intelligence (AI). Teknologi AI ini membantu integrasi data secara real-time untuk pengambilan keputusan yang lebih cepat.

Transformasi digital internal ini membuat proses bisnis menjadi lebih ramping. Produktivitas per karyawan meningkat signifikan. Alokasi sumber daya perusahaan kini menjadi jauh lebih optimal.

“Dampaknya, produktivitas per karyawan meningkat signifikan, sementara proses bisnis menjadi lebih ramping dan adaptif terhadap perubahan pasar,” kata Alamsyah.

IOTF saat ini mengelola portofolio produk telematika dengan merek Fox Logger. Produknya meliputi perangkat GPS tracker hingga dash camera. Layanan perusahaan banyak digunakan oleh perusahaan logistik dan rental untuk memantau kendaraan secara menyeluruh.

Perusahaan juga telah mengantongi berbagai sertifikasi internasional. Di antaranya adalah ISO 9001:2015 dan ISO 27001:2022 untuk keamanan informasi. Hal ini memperkuat posisi IOTF sebagai penyedia solusi teknologi dengan standar kualitas tinggi.

Menatap tahun 2026, IOTF memproyeksikan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih sekitar 30%. Struktur operasional yang ramping menjadi modal utama untuk tumbuh lebih berkualitas. Perusahaan optimistis dapat menangkap peluang besar di sektor digitalisasi transportasi nasional.

“IOTF berada pada posisi yang lebih resilien untuk menangkap peluang jangka menengah hingga panjang di tengah percepatan digitalisasi sektor logistik dan transportasi nasional,” tutup Alamsyah.

- Advertisement -

Artikel Terkait

BRImo Makin Digdaya, Nilai Transaksi Tembus Rp7.057 Triliun Sepanjang 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk...

BNI Bukukan Laba Bersih Rp20,11 Triliun pada 2025

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau...

Kokoh Nusantara (KOCI) Bidik Pendapatan Tumbuh 20% pada 2026, Simak Strategi Manajemen

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT Kokoh Exa Nusantara Tbk (KOCI)...

Populer 7 Hari

Berita Terbaru