STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau disebut BNI membukukan laba bersih sebesar Rp20,11 triliun (Rp537 per saham) pada 2025, turun 7,15% jika dibandingkan Rp21,66 triliun (Rp576 per saham) pada tahun 2024.
Seperti tergambar dalam laporan keuangan per 31 Desember 2025 yang dipublikasikan BEI, Selasa 03 Februari 2026, pendapatan bunga BBNI mencapai Rp69,39 triliun pada 2025, naik 4,22% dari Rp66,58 triliun pada tahun 2024.
Kenaikan pendapatan bunga disertai peningkatan beban bunga sebesar 11,33% menjadi Rp29,06 triliun, dari Rp26,10 triliun pada tahun 2024. Dengan demikian, pendapatan bunga bersih BBNI mencapai Rp30,33 triliun pada tahun 2025, turun tipis 0,36% dari Rp40,48 triliun pada perideo sama tahun 2024.
Total kredit yang disalurkan BBNI sepanjang tahun 2025 sebesar Rp899,53 triliun, meningkat 15,94% dari Rp775,87 triliun tahun 2024. Adapun dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun BBNI mencapai Rp1.040,83 triliun pada tahun 2025, tumbuh 29,23% dari Rp805,51 triliun pada 2024.
Rasio kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) BBNI turun dari 21,40% menjadi 20,66% pada tahun 2025. Dari sisi kualitas kredit, NPL Gross tercatat turun dari 1,97% menjadi 1,93%, dan NPL Net turun menjadi 0,70% dari 0,74%.
Total aset BBNI per 31 Desember 2025 sebesar Rp1.362,054 triliun, meningkat 20,52% dari Rp1.130,128 triliun per Desember 2024. Sementara jumlah kewajiban Perseroan mencapai Rp1.185,72 triliun pada 2025, meningkat 23,05% dari Rp963,58 triliun per Desember 2024. Adapun total ekuitas BBNI sebesar Rp176,34 triliun pada 2025, naik 5,87% dari Rp166,55 triliun per Desember 2024. (konrad)
