STOCKWATCH.ID (JAKARTA)– Kinerja keuangan PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) masih tertekan di tahun 2025. Manajemen Perseroan belum berhasil memperbaiki kinerja Perseroan. Buktinya, JGLE mencatat kerugian Rp46,42 miliar pada 2025, membengkak 74,18% dari rugi Rp26,65 miliar pada 2024.
Kerugian tersebut, menurut laporan keuangan JGLE per 31 Desember 2025 yang dipublikasikan Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu 7 Februari 2026, disebabkan antara lain oleh pendapatan bersih Perseroan yang turun 5,94% menjadi Rp155,77 miliar pada 2025, dari Rp165,62 miliar pada tahun 2024.
Pendapatan 2025 JGLE dari segmen hotel dan kondotel anjlok 20,56% menjadi Rp82,57 miliar, dari Rp103,95 miliar pada 2024. Sedangkan pendapatan segmen taman rekreasi meningkat sekitar 5,13% jadi Rp54,73 miliar dari Rp52,06 miliar.
Pada saat yang sama, beban pokok pendapatan JGLE mengalami peningkatan 15,44%, dari Rp47,65 miliar pada 2024, menjadi Rp55,01 miliar tahun 2025. Peningkatan beban pokok ini menyebabkan laba kotor JGLE turun 14,58% menjadi Rp100,76 miliar pada 2025 dibanding Rp117,97 miliar pada tahun 2024.
Manajemen berhasil menekan turun beban usaha sebesar 2,25% jadi Rp92,97 miliar pada 2025, dari Rp95,12 miliar tahun 2024. Namun, laba usaha JGLE justru anjlok 65,91% menjadi Rp7,78 miliar pada 2025, dari Rp22,84 miliar pada 2024.
Total aset JGLE per Desember 2025 sebesar Rp1,51 triliun, turun 1,37% dari Rp1,53 triliun per Desember 2024. Sementara jumlah liabilitas dan ekuitas JGLE per Desember 2025, masing-masing Rp429,71 miliar dan Rp1,08 triliun. (konrad)
