AADI Kucurkan Pinjaman Tambahan US$26 Juta ke Entitas Anak, Suku Bunga Turun!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) resmi mengumumkan transaksi afiliasi berupa amandemen keempat atas perjanjian pinjaman dengan entitas anaknya, PT Pari Coal (PC). Transa...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) resmi mengumumkan transaksi afiliasi berupa amandemen keempat atas perjanjian pinjaman dengan entitas anaknya, PT Pari Coal (PC). Transaksi ini memperluas plafon pinjaman dan menurunkan suku bunga.
Kesepakatan ini efektif berlaku sejak 30 Juni 2025. Nilai pinjaman ditingkatkan dari sebelumnya US$20 juta menjadi hingga US$26 juta. Di sisi lain, tingkat suku bunga diturunkan dari Term SOFR + 2,40% per tahun menjadi Term SOFR + 1,90% per tahun.
Perseroan menegaskan transaksi ini bertujuan untuk mendukung pengembangan bisnis PC. Langkah ini sekaligus dinilai bisa membuat alokasi dana AADI menjadi lebih efisien dan tepat sasaran.
โTransaksi ini dapat memberikan nilai positif bagi kedua pihak dan mendukung tujuan Perseroan dalam mengembangkan bisnis,โ tulis manajemen AADI dalam keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia, dikutip Kamis 93/7/2025).
Transaksi ini dikategorikan sebagai transaksi afiliasi sesuai Peraturan OJK Nomor 42 Tahun 2020. Perseroan pun telah menunjuk Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) Desmar, Susanto, Salman dan Rekan untuk memberikan pendapat independen atas kewajaran transaksi.
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- Tiket Umum Ludes Sejam, BRI Buka Akses Eksklusif Konser 35 Tahun Twilite Orchest...
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Asuransi Maximus (ASMI) Berbalik Boncos! Rugi Rp124,2M pada Semester I-2026
- Laba Bersih MSIN Naik 13,6% Jadi Rp279 Miliar di Semester I 2026
- TCPI Catat Laba Rp123,4 Miliar, Tumbuh 25% di Semester I 2026