Abaikan Konflik Iran, Bursa Jepang dan Australia Kompak Menguat
STOCKWATCH.ID (TOKYO) โ Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik, khususnya Jepang dan Australia, ditutup menguat pada perdagangan Jumat (1/5/2026). Pelaku pasar memilih fokus pada kinerja laba perusahaan...
Di sisi lain, data ekonomi AS tercatat di bawah ekspektasi. Departemen Perdagangan AS melaporkan Produk Domestik Bruto (PDB) tumbuh 2% pada kuartal pertama, lebih rendah dari proyeksi konsensus ekonom sebesar 2,2%.
Pada pasar komoditas, harga minyak mentah Brent sempat melonjak hingga USD 126 per barel. Kenaikan dipicu laporan Axios terkait rencana pengarahan militer AS kepada Presiden Donald Trump mengenai langkah terhadap Iran. Namun, harga kemudian turun dan stabil di level USD 114,01 per barel.
Ketegangan geopolitik tetap menjadi perhatian. Presiden Donald Trump menyatakan ketidakpuasannya terhadap tawaran perdamaian dari Teheran. Ia menilai langkah tersebut muncul karena kondisi militer Iran yang melemah.
โKarena mereka tidak memiliki militer lagi,โ ujar Trump.
Sementara itu, bursa saham di Hong Kong, Korea Selatan, dan China daratan tidak beroperasi karena libur Hari Buruh. Perdagangan dijadwalkan kembali normal setelah periode libur tersebut.
- 1
- 2
- Disorot BEI Soal Volatilitas Saham, Ini Jawaban Resmi Manajemen MAIN
- Direktur TOTL Jual 750 Ribu Saham di Harga Rp1.160, Porsi Kepemilikan Susut
- Panorama (PANR) Bukukan Pendapatan Rp2 Triliun di Semester I 2026, Naik 16%
- Saham ALKA Masuk Daftar HSC BEI, 98,21% Dikuasai Sejumlah Pemegang Saham
- SSIA Balik Untung Rp262,6 Miliar di Semester I 2026, Pendapatan Melesat 58,4%
- Wall Street Menguat Tajam: S&P 500 dan Dow Jones Tembus Level Tertinggi Sepanjan...
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Mayoritas Bursa Asia Menghijau, Kosdaq Melonjak 5,8% dan Kospi Naik 1,62%
- Disorot BEI Soal Volatilitas Saham, Ini Jawaban Resmi Manajemen MAIN
- Direktur TOTL Jual 750 Ribu Saham di Harga Rp1.160, Porsi Kepemilikan Susut
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...