Panorama (PANR) Bukukan Pendapatan Rp2 Triliun di Semester I 2026, Naik 16%
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) membukukan pendapatan sebesar Rp2 triliun pada Semester I 2026. Angka tersebut tumbuh 16% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1,8 triliun.
Kinerja tersebut diraih di tengah tekanan yang masih membayangi industri pariwisata global akibat meningkatnya ketegangan geopolitik. Perseroan menilai kondisi tersebut memengaruhi permintaan perjalanan wisata internasional sekaligus mendorong kenaikan biaya operasional maskapai.
Corporate Secretary PANR, AB Sadewa dalam keterangan, Selasa 4 Agustus 2026 mengatakan, Semester I 2026 menjadi periode yang penuh tantangan bagi industri pariwisata dunia. Konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran yang memanas sejak akhir Februari 2026 membuat kepercayaan masyarakat untuk bepergian ke luar negeri menurun.
Situasi itu juga memengaruhi pola permintaan perjalanan pada musim libur Lebaran di Maret serta awal libur sekolah pada Juni hingga Juli.
Selain itu, konflik geopolitik mendorong kenaikan harga energi, termasuk avtur, sehingga biaya operasional maskapai penerbangan meningkat. Kondisi tersebut memberi tekanan terhadap industri perjalanan dan pariwisata global, baik dari sisi biaya maupun minat masyarakat untuk bepergian.
- Disorot BEI Soal Volatilitas Saham, Ini Jawaban Resmi Manajemen MAIN
- Direktur TOTL Jual 750 Ribu Saham di Harga Rp1.160, Porsi Kepemilikan Susut
- Panorama (PANR) Bukukan Pendapatan Rp2 Triliun di Semester I 2026, Naik 16%
- Saham ALKA Masuk Daftar HSC BEI, 98,21% Dikuasai Sejumlah Pemegang Saham
- SSIA Balik Untung Rp262,6 Miliar di Semester I 2026, Pendapatan Melesat 58,4%
- Panorama (PANR) Bukukan Pendapatan Rp2 Triliun di Semester I 2026, Naik 16%
- SSIA Balik Untung Rp262,6 Miliar di Semester I 2026, Pendapatan Melesat 58,4%
- Krom Bank (BBSI) Salurkan Fasilitas Kredit ke Pandai Gadai, Perluas Akses Pembia...
- Disorot BEI Soal Volatilitas Saham, Ini Jawaban Resmi Manajemen MAIN
- Direktur TOTL Jual 750 Ribu Saham di Harga Rp1.160, Porsi Kepemilikan Susut
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...