Awas! BEI Deteksi Lonjakan Tak Wajar di Lima Saham Ini, Ada FITT, dan PPRI
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Bursa Efek Indonesia (BEI) mengingatkan investor untuk mencermati saham beberapa emiten yang mengalami kenaikan harga di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA). K...
PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) juga tercatat mengalami UMA. Sebelumnya, saham FITT sempat dihentikan sementara perdagangannya di pasar reguler dan tunai pada beberapa periode, termasuk 16 Mei hingga 15 Juli 2025. Informasi terakhir perusahaan tercatat adalah laporan registrasi pemegang efek 8 Agustus 2025. Investor diimbau meninjau kembali rencana corporate action yang belum disetujui RUPS.
Saham PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI) mengalami kenaikan harga di luar kebiasaan, dengan UMA sebelumnya diumumkan pada 13 Februari dan 22 Juli 2025. Informasi terakhir perusahaan tercatat adalah 4 September 2025. Investor diingatkan untuk memperhatikan jawaban perusahaan atas permintaan konfirmasi Bursa dan menilai berbagai risiko sebelum mengambil keputusan investasi.
Yulianto menegaskan, seluruh langkah ini dilakukan untuk perlindungan investor. Investor disarankan selalu mencermati kinerja perusahaan, rencana corporate action, dan pola transaksi sebelum mengambil keputusan investasi.
Harga Saham
PT Oscar Mitra Sukses Sejahtera Tbk (OLIV) mencatat lonjakan harga saham pada perdagangan Senin, 8 September 2025. Saham OLIV ditutup di Rp79, naik Rp7 atau 9,72% dari penutupan sebelumnya di Rp72 pada 4 September 2025. Pada hari yang sama, saham dibuka di Rp79 dengan posisi tertinggi dan terendah juga Rp79. Volume perdagangan mencapai 9.045.400 saham. Sejak awal tahun, harga OLIV bergerak dari titik terendah Rp15 pada 2 Januari 2025 hingga menembus Rp79 pada 8 September 2025. Dalam 52 minggu terakhir, saham ini berada di kisaran Rp8 hingga Rp79. Kapitalisasi pasar OLIV kini mencapai Rp150,1 miliar.
- OJK Ungkap Kinerja Pasar Modal Juli 2026, IHSG Menguat 10,51%, Jumlah Investor T...
- Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Solid, Inflasi Jadi Sorotan
- Indonet Suntik Modal Rp161 Miliar ke Anak Usaha DGE, Dananya Untuk Ini
- OJK Ungkap Poin Penting Aturan Demutualisasi Bursa Efek, Target Berlaku Kuartal...
- Maybank Indonesia (BNII) Resmi Akuisisi 51% Saham Maybank Asset Management, Segi...
- OJK Ungkap Kinerja Pasar Modal Juli 2026, IHSG Menguat 10,51%, Jumlah Investor T...
- Indonet Suntik Modal Rp161 Miliar ke Anak Usaha DGE, Dananya Untuk Ini
- OJK Ungkap Poin Penting Aturan Demutualisasi Bursa Efek, Target Berlaku Kuartal...
- Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Solid, Inflasi Jadi Sorotan
- Maybank Indonesia (BNII) Resmi Akuisisi 51% Saham Maybank Asset Management, Segi...
- Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Triwulan II 2026 Diprakirakan Tetap Tumbuh Kuat, Ini...
- Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah
- IHSG Berpeluang Koreksi Jangka Pendek, Intip 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas Hari...
- Kabar Duka, Komisaris Independen BRMS Kanaka Puradiredja Meninggal Dunia
- OJK: Pasar Modal Indonesia Mulai Masuk Fase Pemulihan di Awal Triwulan III 2026