Awas! BEI Deteksi Lonjakan Tak Wajar di Lima Saham Ini, Ada FITT, dan PPRI
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Bursa Efek Indonesia (BEI) mengingatkan investor untuk mencermati saham beberapa emiten yang mengalami kenaikan harga di luar kebiasaan atau Unusual Market Activity (UMA). K...
PT Ingria Pratama Capitalindo Tbk (GRIA) juga mencatat kenaikan pada hari yang sama. Saham GRIA ditutup di Rp135, naik Rp10 atau 8% dari posisi sebelumnya Rp125. Perdagangan dibuka di Rp126, dengan harga tertinggi Rp143 dan terendah Rp122. Volume perdagangan menembus 71.339.700 saham. Sejak awal tahun, harga GRIA bergerak di kisaran Rp78 hingga Rp135. Dalam 52 minggu terakhir, saham ini tercatat antara Rp78 hingga Rp232. Nilai kapitalisasi pasar GRIA saat ini Rp995,7 miliar.
PT Nanotech Indonesia Global Tbk (NANO) juga mengalami kenaikan signifikan. Pada perdagangan 8 September 2025, harga saham NANO ditutup di Rp81, naik Rp7 atau 9,46% dari penutupan sebelumnya Rp74. Saham NANO dibuka di Rp81 dengan posisi tertinggi Rp81 dan terendah Rp74. Volume transaksi tercatat 224.621.800 saham. Sepanjang tahun ini, harga saham NANO bergerak di kisaran Rp22 hingga Rp81. Kapitalisasi pasar NANO kini mencapai Rp347,12 miliar.
PT Hotel Fitra International Tbk (FITT) mencatat lonjakan paling besar pada perdagangan Senin, 8 September 2025. Saham FITT ditutup di Rp460, melonjak Rp92 atau 25% dari penutupan sebelumnya Rp368. Perdagangan dibuka di Rp414 dengan harga tertinggi Rp460 dan terendah Rp374. Volume transaksi mencapai 9.790.100 saham. Sejak awal tahun, saham FITT bergerak dari Rp96 hingga Rp460. Kapitalisasi pasar FITT kini tercatat Rp599,97 miliar.
PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI) juga menutup perdagangan dengan kenaikan tajam. Saham PPRI ditutup di Rp314, naik 28 poin atau 9,79% dari penutupan sebelumnya Rp286 pada 4 September 2025. Sepanjang perdagangan, saham dibuka di Rp310, sempat menyentuh tertinggi Rp350 dan terendah Rp298. Volume transaksi mencapai 266,9 juta saham. Dalam catatan tahun ini, harga tertinggi PPRI tercapai di Rp326 pada 5 Mei 2025, sementara terendah di Rp126 pada 6 Januari 2025. Dalam rentang 52 minggu terakhir, saham PPRI bergerak antara Rp90 hingga Rp358. Dengan kenaikan ini, kapitalisasi pasar PPRI tercatat Rp337,55 miliar.
- OJK Ungkap Kinerja Pasar Modal Juli 2026, IHSG Menguat 10,51%, Jumlah Investor T...
- Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Solid, Inflasi Jadi Sorotan
- Indonet Suntik Modal Rp161 Miliar ke Anak Usaha DGE, Dananya Untuk Ini
- OJK Ungkap Poin Penting Aturan Demutualisasi Bursa Efek, Target Berlaku Kuartal...
- Maybank Indonesia (BNII) Resmi Akuisisi 51% Saham Maybank Asset Management, Segi...
- OJK Ungkap Kinerja Pasar Modal Juli 2026, IHSG Menguat 10,51%, Jumlah Investor T...
- Indonet Suntik Modal Rp161 Miliar ke Anak Usaha DGE, Dananya Untuk Ini
- OJK Ungkap Poin Penting Aturan Demutualisasi Bursa Efek, Target Berlaku Kuartal...
- Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Solid, Inflasi Jadi Sorotan
- Maybank Indonesia (BNII) Resmi Akuisisi 51% Saham Maybank Asset Management, Segi...
- Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Triwulan II 2026 Diprakirakan Tetap Tumbuh Kuat, Ini...
- Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah
- IHSG Berpeluang Koreksi Jangka Pendek, Intip 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas Hari...
- Kabar Duka, Komisaris Independen BRMS Kanaka Puradiredja Meninggal Dunia
- OJK: Pasar Modal Indonesia Mulai Masuk Fase Pemulihan di Awal Triwulan III 2026