BEI Buka Gembok, Saham Pelat Timah Nusantara Kembali Diperdagangkan
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) telah membuka gembok saham PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL). Melansir pengumuman operator bursa tersebut yang tayang di laman BEI, Senin (18/3/2...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Bursa Efek Indonesia (BEI) telah membuka gembok saham PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL). Melansir pengumuman operator bursa tersebut yang tayang di laman BEI, Senin (18/3/2024), saham NIKL kembali dapat diperdagangkan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi I hari ini, Selasa (19/3/2024).
โMenunjuk Pengumuman Bursa Peng-SPT-00032/BEI.WAS/03-2024 tanggal 15 Maret 2024 perihal Penghentian Sementara Perdagangan (Suspensi) Saham PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL), maka dengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan Saham PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai perdagangan sesi I tanggal 19 Maret 2024,โ terang Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi, dan Yayuk Sri Wahyuni, P. H. Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan.
Adapun saham NIKL mengalami suspensi di seluruh pasar sejak perdagangan sesi I, Senin (18/3/2024). Menurut Pande Made Kusuma Ari, Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI, dalam pengumuman tertulis, Jumat (15/3/2024), suspensi perdagangan saham NIKL sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan.
BEI tak menyebutkanย berapa nilai peningkatan harga kumulatif yang signifikan saham NIKL hingga memerlukan suspensi tersebut. Namun, Pande menegaskan, suspensi perdagangan saham NIKL sebagai bentuk perlindungan bagi investor.
Selain itu, lanjut Pande, suspensi saham NIKL juga bertujuan untuk memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasinya di saham NIKL.
- Danantara Housing Expo 2026 Digelar, BRI Tawarkan KPR Mulai Rp1 Jutaan
- Belanja Harian di Indomaret Kini Bisa Pakai Home Credit BayarNanti
- Bursa Asia-Pasifik Bervariasi, Nikkei Pimpin Penguatan di Tengah Kenaikan Harga...
- Dividen Interim INPP Rp4,5 per Saham, Catat Jadwal Cum Dividen
- IHSG Anjlok 1,53% ke 6.267,88, Sebanyak 542 Saham Melemah
- Dividen Interim INPP Rp4,5 per Saham, Catat Jadwal Cum Dividen
- IHSG Anjlok 1,53% ke 6.267,88, Sebanyak 542 Saham Melemah
- Softbank Ventura Indonesia Tambah Saham NANO, Kepemilikan Tembus 10,01%
- Danantara Housing Expo 2026 Digelar, BRI Tawarkan KPR Mulai Rp1 Jutaan
- Belanja Harian di Indomaret Kini Bisa Pakai Home Credit BayarNanti
- Asuransi Bintang (ASBI) Ungkap Dugaan Penggelapan Dana dan Investasi
- Jelang Rilis Data Inflasi AS, Harga Emas Dunia Kembali Bergerak Menguat
- Saham BNBR Kena Notasi Khusus G dari BEI, Ini Tanggapan OJK
- Profil Destry Damayanti, Kandidat Tunggal Gubernur BI Pengganti Perry Warjiyo
- Harga Minyak Dunia Melonjak 5%, Imbas Ketidakpastian Negosiasi AS-Iran