BEI Kantongi 15 Calon Emiten di Pipeline IPO, Mayoritas Punya Aset di Atas Rp250 Miliar
STOCKWATCH.ID, JAKARTA โ PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengantongi 15 perusahaan dalam antrean (pipeline) pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) hingga periode 30 April 2026. Dir...
STOCKWATCH.ID, JAKARTA โ PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengantongi 15 perusahaan dalam antrean (pipeline) pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) hingga periode 30 April 2026.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, menjelaskan sepanjang tahun 2026, sudah ada satu perusahaan yang resmi melantai di bursa.
"Satu perusahaan tersebut berhasil menghimpun dana sebesar Rp0,30 triliun," ujar Nyoman di Jakarta, Kamis (30/4/2026).
Berdasarkan klasifikasi aset merujuk POJK Nomor 53/POJK.04/2017, mayoritas calon emiten dalam pipeline merupakan perusahaan besar. Sebanyak 11 perusahaan memiliki aset skala besar dengan nilai di atas Rp250 miliar.
Sementara itu, empat perusahaan masuk dalam kategori aset skala menengah. Nilai aset mereka berada di rentang Rp50 miliar sampai Rp250 miliar. Hingga saat ini, belum ada perusahaan aset skala kecil di bawah Rp50 miliar yang masuk dalam daftar tunggu.
- OJK Ungkap Transaksi Aset Kripto Juni 2026 Naik 24,20% Jadi Rp28,58 Triliun, Aku...
- OJK Ungkap Kredit Perbankan Capai Rp9.081 Triliun, Pengawasan Judi Online Makin...
- OJK Ungkap Kinerja Pasar Modal Juli 2026, IHSG Menguat 10,51%, Jumlah Investor T...
- Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Solid, Inflasi Jadi Sorotan
- Indonet Suntik Modal Rp161 Miliar ke Anak Usaha DGE, Dananya Untuk Ini
- OJK Ungkap Transaksi Aset Kripto Juni 2026 Naik 24,20% Jadi Rp28,58 Triliun, Aku...
- OJK Ungkap Kredit Perbankan Capai Rp9.081 Triliun, Pengawasan Judi Online Makin...
- OJK Ungkap Kinerja Pasar Modal Juli 2026, IHSG Menguat 10,51%, Jumlah Investor T...
- Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Solid, Inflasi Jadi Sorotan
- Indonet Suntik Modal Rp161 Miliar ke Anak Usaha DGE, Dananya Untuk Ini