BEI Luncurkan Single Stock Futures September 2024, 4 Anggota Bursa Siap jadi Market Maker?
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah bersiap meluncurkan secara resmi produk derivatif terbaru, Single Stock Futures (SSF), pada bulan September 2024. Sebelumnya, BEI telah mela...
Pier Ridge Yose, Kepala Unit Derivatif BEI, menambahkan bahwa fokus BEI tahun ini adalah pada edukasi dan pengenalan SSF. Oleh karena itu, BEI belum menetapkan target volume transaksi SSF untuk tahun ini. "Tahun depan kami menargetkan peningkatan volume transaksi secara signifikan, dengan target sekitar 850 ribu hingga 1 juta kontrak," jelas Pier.
Single Stock Futures menawarkan potensi keuntungan baik di pasar bullish maupun bearish. Produk ini memungkinkan investor untuk mengambil posisi beli atau 'long' saat pasar bullish dan posisi jual atau 'short' saat pasar bearish. Keunggulan SSF juga terletak pada modal yang lebih rendah dibandingkan produk lainnya, serta realisasi keuntungan yang bisa dilakukan dalam satu hari bursa (T+1).
Produk ini memiliki mekanisme transaksi yang mirip dengan saham. Beberapa saham yang bisa dipilih untuk transaksi SSF termasuk BBRI, TLKM, BBCA, ASII, dan MDKA. Dengan berbagai keunggulan tersebut, SSF diharapkan menjadi pilihan menarik bagi investor yang ingin mendapatkan keuntungan cepat di pasar modal Indonesia.
- 1
- 2
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- Ekspansi Infrastruktur Digital dan Fiber Bawa Laba Mitratel (MTEL) Tumbuh 1,5%
- Obligasi MDKA IV/2023 Seri B Rp1,475 Triliun Jatuh Tempo, Resmi Delisting dari...