BEI Siap Implementasikan Liquidity Provider untuk Tingkatkan Likuiditas Pasar Saham
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mempersiapkan implementasi liquidity provider. Langkah ini diharapkan dapat mengubah saham-saham e-liquid menjadi medium liquid, serta me...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mempersiapkan implementasi liquidity provider. Langkah ini diharapkan dapat mengubah saham-saham e-liquid menjadi medium liquid, serta menyediakan market depth yang lebih baik bagi investor.
Menurut Irvan Susandy, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI, ada dua tujuan utama dari implementasi liquidity provider. Pertama, menurunkan spread saham-saham perdagangan e-liquid menjadi saham medium e-liquid. Saat ini, spread harian berkisar antara 3% hingga 3,5%. Dengan hadirnya liquidity provider, diharapkan penurunan beta spread gap bisa mencapai 20% dari sebelumnya.
Yang kedua, meningkatkan likuiditas dan jumlah kuotasi pada saham, sehingga investor dapat selalu menemukan penawaran jual dan beli dari liquidity provider atau saham yang ditunjuk sebagai liquidity provider.
Implementasi ini akan memastikan terdapat kuotasi di pasar reguler untuk saham yang diassign sebagai liquidity provider. BEI menetapkan persyaratan minimum untuk akuisisi, waktu, dan volume perdagangan. โSelain itu, kami mengatur bahwa mereka harus keluar dari posisi tertentu dengan harga yang telah ditentukan, sehingga akan ada pengaturan yang jelas. Kami juga akan memonitor semua kewajiban dari liquidity provider untuk memastikan bahwa aplikasi ini memenuhi semua ketentuan dan kewajiban yang telah ditetapkan,โ jelas Irvan, di Jakarta, Rabu (26/6/2024). Saat ini, implementasi liquidity provider masih berada dalam tahap pengembangan sistem.
Meskipun masih dalam tahap pengembangan sistem, BEI juga sedang dalam diskusi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait regulasi yang akan diterapkan. OJK saat ini tengah menyiapkan regulasi terkait liquidity provider yang akan segera diterbitkan. Di sisi lain, BEI juga sedang mempersiapkan sistem perdagangan yang sudah dapat mengakomodasi untuk liquidity provider, structural warrant, dan product derivative.
- Harga Naik Tak Wajar, Saham GIAA dan DWGL Masuk Radar UMA BEI
- IHSG Waspada Koreksi, Intip 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas Hari Ini
- PALM Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo pada September 2026
- Karya Pacific Investama Borong 3,08 Miliar Saham IATA Senilai Rp230,35 Miliar
- Prajogo Pangestu Borong 51,7 Juta Saham CUAN, Rogoh Kocek Rp36,68 Miliar
- Harga Naik Tak Wajar, Saham GIAA dan DWGL Masuk Radar UMA BEI
- IHSG Waspada Koreksi, Intip 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas Hari Ini
- Karya Pacific Investama Borong 3,08 Miliar Saham IATA Senilai Rp230,35 Miliar
- PALM Siap Lunasi Obligasi Jatuh Tempo pada September 2026
- Prajogo Pangestu Borong 51,7 Juta Saham CUAN, Rogoh Kocek Rp36,68 Miliar
- Prajogo Pangestu Borong 51,7 Juta Saham CUAN, Rogoh Kocek Rp36,68 Miliar
- Usai Terbang Tinggi, BEI Akhirnya Cabut Suspensi Saham Ini Mulai Sesi Pertama
- Harga Minyak Global Lanjutkan Tren Penguatan, Selat Hormuz Masih Terkunci Syarat...
- Wall Street Memerah, Saham Teknologi Rontok Saat Ketegangan Selat Hormuz Meningk...
- Karya Pacific Investama Borong 3,08 Miliar Saham IATA Senilai Rp230,35 Miliar