STOCKATCH.ID (JAKARTA) – Wahana Konstruksi Mandiri, pemegang saham pengendali PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) akan melakukan penawaran tender wajib sebanyak-banyaknya 2.330.000.000 lembar atau 37,28% saham ASLI yang dimiliki oleh pemegang saham publik senilai Rp475,32 miliar.
Manajemen ASLI dalam laporan keterbukaan informasi yang dipublikasikan di situs web Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu 4 Maret 2026 mengemukakan, harga pelaksanaan penawaran tender wajib sebesar Rp204 per lembar. Sehingga, Wahana Konstruksi Mandiri harus menggelontorkan dana Rp475,32 miliar.
“Pelaksanaan penawaran tender berlangsung mulai 5 Maret 2026 sampai dengan 3 April 2026. Pembayaran kepada pemegang saham yang mengikuti tender wajib dijadwalkan pada 15 April 2026,” tulis Manajemen ASLI dalam pengumumannya.
Wahana Konstruksi Mandiri menyatakan pihaknya telah memiliki kesiapan dana yang memadai untuk melakukan pembayaran atas pelaksanaan tender tersebut.
Seperti diketahui, pada 19 Januari 2026, Wahana Konstruksi Mandiri melakukan pembelian atau akuisisi terhadap 3,92 miliar lembar saham ASLI atau sekitar 62,72% saham disetor Perseroan dari pengendali lama Sudjatmiko. Adapun harga akuisisi saham ASLI sebesar Rp11 per lembar saham senilai Rp43,12 miliar.
Akuisisi saham ASLI ini merupakan bagian dari strategi pengembangan usaha WKM di industri konstruksi. Melalui pengambilalihan ini, diharapkan dapat terwujud sinergi usaha antara Perusahaan Sasaran dan Pengendali Baru, khususnya melalui pemanfaatan pengalaman, kompetensi, dan portofolio usaha masing-masing,.
Wahana Konstruksi Mandiri (WKM) menegaskan pihaknya tidak memiliki rencana untuk melikuidasi ASLI, mengubah kebijakan dividen, maupun melakukan penghapusan pencatatan saham (delisting) dari Bursa Efek Indonesia. (konrad)
