BFI Finance (BFIN) Siap Gelar Private Placement, Dananya Buat Ekspansi Usaha
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) berencana melakukan Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private plecement. Sudjo...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Manajemen PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) berencana melakukan Penambahan Modal Tanpa Memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private plecement.
Sudjono, Direktur BFIN, mengemukakan, BFIN siap melakukan private placement sebanyak 230 juta lembar saham atau sebanyak 1,53% dari jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh dengan nilai nominal Rp25 per saham.
โRencana ini membutuhkan persetujuan Pemegang Saham melalui RUPSLB dan RUPS Independen yang akan diselenggarakan di Tangerang pada Senin (15/9/2025),โ katanya dalam keterbukaan informasi ke BEI, Jumat (12/9/2025).
Sudjono menjelaskan, apabila seluruh saham baru dalam MESOP telah diterbitkan, yaitu sejumlah 230 juta saham, maka dengan harga nominal saham sebesar Rp25 per saham, modal saham Perseroan akan meningkat menjadi Rp381,734 miliar.
Selanjutnya, bila penetapan harga pelaksanaan sesuai ketentuan peraturan yang berlaku berada di atas harga nominal saham Perseroan, maka akun tambahan modal disetor Perseroan akan meningkat sebesar Rp224,250 miliar, yaitu selisih harga pelaksanaan dengan harga nominal dikalikan jumlah saham baru yang dikeluarkan.
- OJK Tegaskan Laporan Keuangan 2025 Bukan Defisit Anggaran, Ini Penjelasannya
- OJK Bentuk Satgas Bursa Mineral, Pengawasan Resmi Beralih Mulai 1 Januari 2027
- Lebih dari 86% BPR dan BPRS Sudah Penuhi Modal Inti Minimum hingga Juni 2026, OJ...
- Tembus Rp30,71 Triliun, OJK Nilai Prospek Bisnis Paylater Perbankan Makin Cerah
- Saham BAJA Kembali Diperdagangkan Hari Ini, BEI Cabut Suspensi
- OJK Bentuk Satgas Bursa Mineral, Pengawasan Resmi Beralih Mulai 1 Januari 2027
- Saham BAJA Kembali Diperdagangkan Hari Ini, BEI Cabut Suspensi
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya
- OJK Tegaskan Laporan Keuangan 2025 Bukan Defisit Anggaran, Ini Penjelasannya
- Lebih dari 86% BPR dan BPRS Sudah Penuhi Modal Inti Minimum hingga Juni 2026, OJ...
- Harga Minyak Dunia Anjlok, Kesepakatan Selat Hormuz Bakal Tercapai?
- Laba Perusahaan Mengkilap, Mayoritas Bursa Saham Eropa Kompak Berakhir di Zona H...
- Harga Emas Dunia Menguat Saat Harga Minyak Anjlok, Investor Pantau Data Tenaga K...
- Wall Street Cetak Rekor, S&P 500 Futures Bergerak Tipis Jelang Data Tenaga Kerja...
- BEI Suspensi Saham MDIA Mulai 5 Agustus 2026, Ini Alasannya