Senin, Januari 19, 2026
29.5 C
Jakarta

BI Tahan Suku Bunga Acuan 6%, Ini Alasannya

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan atau BI 7 days reverse repo rate (BI7DRRR) pada level 6%. Begitu pun suku bunga Deposit Facility 5,25% dan Lending Facility pada level 6,75%. Hal itu disampaikan Perry Warjiyo, Gubernur BI dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (23/11).

Perry mengemukakan, keputusan ini tetap konsisten dengan kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak tingginya ketidakpastian global serta sebagai langkah pre-emptive dan forward looking untuk memitigasi dampaknya terhadap inflasi barang impor (imported inflation), sehingga inflasi tetap terkendali dalam sasaran 3,0±1% pada 2023 dan 2,5±1% pada 2024.

BI, lanjut Perry, akan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, kebijakan makroprudensial longgar terus ditempuh melalui penguatan implementasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) dan penurunan rasio Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM) untuk mendorong kredit/pembiayaan kepada dunia usaha.

“Akselerasi digitalisasi sistem pembayaran termasuk digitalisasi transaksi keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah, juga terus didorong untuk perluasan inklusi ekonomi dan keuangan digital,” katanya.

 

- Advertisement -

Artikel Terkait

PMI BI di Atas 50%, Tanda Industri Pengolahan RI Kian Menguat

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Kinerja industri pengolahan Indonesia menunjukkan pertumbuhan...

Daya Beli Kuat, BI Sebut Kegiatan Dunia Usaha Bakal Makin Melesat di Awal 2026

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Kinerja dunia usaha di Indonesia menunjukkan...

Pemerintah Indonesia Perkuat Kemitraan Strategis dan Diplomasi Ekonomi Global di WEF Davos

STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bertolak...

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Populer 7 Hari

Berita Terbaru