Bos BEI Klaim Pasar Modal Tampil Mengesankan Meski Ekonomi Global Tidak Stabil!
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Meski situasi ekonomi global sedang tidak baik-baik saja, pasar modal Indonesia masih menunjukkan pencapaian yang positf. Demikian klaim yang dilontarkan oleh Iman Rachman,...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) – Meski situasi ekonomi global sedang tidak baik-baik saja, pasar modal Indonesia masih menunjukkan pencapaian yang positf. Demikian klaim yang dilontarkan oleh Iman Rachman, Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (12/8/2024).
Menurut Iman, hingga 9 Agustus 2024, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) mencapai Rp11,8 triliun. Volume transaksi harian juga tercatat sebesar 17,9 miliar saham, dengan frekuensi transaksi mencapai 1,1 juta kali per hari.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini berada pada level 7.256,996, dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp12.302 triliun. Walaupun pertumbuhan belum terlihat signifikan di beberapa indikator perdagangan, ada pencapaian baru yang patut dicatat. Kapitalisasi pasar sempat menyentuh rekor baru sebesar Rp12.477 triliun pada 12 Juli 2024. Selain itu, IHSG pernah mencapai titik tertingginya di 7.433,315 pada 14 Maret 2024.
"Kami terus berupaya menjaga momentum pertumbuhan pasar modal Indonesia. Meskipun kondisi pasar global penuh ketidakpastian, pasar modal Indonesia menunjukkan ketahanan yang kuat," kata Iman.
Iman mengatakan, BEI bersama dengan SRO dan OJK, didukung oleh berbagai stakeholders, telah meluncurkan beberapa inisiatif strategis sepanjang tahun 2024. Ini antara lain implementasi Sistem Penyelenggara Pasar Alternatif (SPPA) Improved Trading Mechanism pada 19 Februari 2024 dan Papan Pemantauan Khusus Full Periodic Call Auction pada 25 Maret 2024. BEI juga memperkenalkan indeks IDX Cyclical Economy 30 pada 13 Juli 2024 dan melakukan soft launching produk Single Stock Futures (SSF) yang berguna untuk melindungi nilai portofolio investasi.
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Janu Putra Sejahtera Kantongi Rp70 Miliar dari Penjualan Aset ke Grup De Heus
- JELI Klarifikasi Antrean Jual 68 Juta Lot, BEI Bilang Bukan Gangguan Sistem
- Asuransi Maximus (ASMI) Berbalik Boncos! Rugi Rp124,2M pada Semester I-2026
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Selat Hormuz Memanas, Harga Minyak Dunia Melonjak di Atas USD 90
- Harga Emas Dunia Terkoreksi 2%, Namun Tetap Cetak Kinerja Bulanan Terbaik Sejak...