BTN Optimistis Aset Tembus Rp500 Triliun pada 2025
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN menargetkan total asetnya mencapai Rp500 triliun pada akhir 2025. Optimisme ini didukung oleh pertumbuhan aset yang kons...
Dari sisi kualitas kredit, BTN terus memperkuat manajemen risiko agar rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) tetap terkendali. Hingga akhir 2024, NPL gross berada di level 3,16% dan ditargetkan turun ke bawah 3% pada 2025.
"Kami menerapkan teknologi untuk menerapkan manajemen risiko yang terintegrasi dan ketat dalam rangka menurunkan NPL ke level yang lebih sustainable," ujar Nixon.
Sementara itu, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) BTN juga tumbuh positif. Pada 2024, total DPK mencapai Rp381,67 triliun, naik 9,1% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp349,93 triliun. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan dana murah (current account saving account/CASA), yang kontribusinya naik menjadi 54,1% dari total DPK, lebih tinggi dibandingkan 2023 yang sebesar 53,7%.
Nixon menambahkan, pertumbuhan DPK BTN lebih tinggi dibandingkan rata-rata industri yang hanya tumbuh 4,48% secara tahunan. Hal ini sejalan dengan strategi perseroan dalam meningkatkan transaksi dana murah ritel dan institusi menengah melalui digitalisasi layanan perbankan.
Salah satu inisiatif utama BTN adalah transformasi aplikasi mobile banking menjadi Bale by BTN. Sejak diperbarui pada 2023, jumlah pengguna aplikasi ini melonjak hingga 107% menjadi 2,2 juta pengguna pada akhir 2024.
- Indonet Suntik Modal Rp161 Miliar ke Anak Usaha DGE, Dananya Untuk Ini
- OJK Ungkap Poin Penting Aturan Demutualisasi Bursa Efek, Target Berlaku Kuartal...
- Maybank Indonesia (BNII) Resmi Akuisisi 51% Saham Maybank Asset Management, Segi...
- PEFINDO Turunkan Peringkat ADHI ke idBB, Pemicunya Kupon Obligasi
- BEI Buka Opsi Revisi Target IPO 2026, Ini Respons OJK
- MBMA Siapkan Rp651,68 Miliar untuk Lunasi Sukuk Jatuh Tempo Agustus 2026
- Laba PGEO Naik 15,48% Jadi USD79,61 Juta di Semester I 2026, Ini Penopangnya
- KB Bank Siapkan Rp1,13 Triliun untuk Lunasi Obligasi Jatuh Tempo
- Indonet Suntik Modal Rp161 Miliar ke Anak Usaha DGE, Dananya Untuk Ini
- OJK Ungkap Poin Penting Aturan Demutualisasi Bursa Efek, Target Berlaku Kuartal...
- IHSG Berpeluang Koreksi Jangka Pendek, Intip 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas Hari...
- Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah
- Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Triwulan II 2026 Diprakirakan Tetap Tumbuh Kuat, Ini...
- Kabar Duka, Komisaris Independen BRMS Kanaka Puradiredja Meninggal Dunia
- OJK: Pasar Modal Indonesia Mulai Masuk Fase Pemulihan di Awal Triwulan III 2026