Buka Perdagangan 2026, Mahendra Siregar Ungkap 4 Jurus OJK Perkuat Pasar Modal
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan strategi khusus untuk pasar modal Indonesia di tahun 2026. Fokus utama regulator tahun ini adalah meningkatkan integritas dan kedalama...
STOCKWATCH.ID (JAKARTA) โ Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan strategi khusus untuk pasar modal Indonesia di tahun 2026. Fokus utama regulator tahun ini adalah meningkatkan integritas dan kedalaman pasar. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar.
Mahendra memaparkan arah kebijakan tersebut saat memberikan sambutan pada Pembukaan Perdagangan Perdana Bursa Efek Indonesia (BEI) Tahun 2026. Acara ini berlangsung di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (2/1/2026). OJK bersama Self-Regulatory Organization (SRO) berkomitmen mengimplementasikan empat program strategis.
Langkah pertama menyasar peningkatan kualitas perusahaan tercatat. Upaya ini dilakukan lewat penyempurnaan kebijakan secara menyeluruh. Mulai dari persyaratan masuk atau entry requirement hingga kebijakan keluar atau exit policy yang jelas. OJK juga mendorong peningkatan saham publik atau free float. Transparansi mengenai pemilik manfaat akhir atau ultimate beneficial owner menjadi sorotan utama.
"Peningkatan transparansi ultimate beneficial owner untuk perusahaan tercatat diperlukan untuk meminimalisasi transaksi efek yang tidak wajar dan meningkatkan likuiditas real di pasar sekaligus menjawab keraguan investor dan lembaga internasional," ujar Mahendra.
Strategi kedua adalah perluasan basis investor. OJK membidik peningkatan peran investor domestik maupun asing. Peran investor institusi seperti reksa dana, asuransi, dan dana pensiun akan digenjot. Lembaga-lembaga ini dinilai semakin siap memperbesar alokasi investasi di pasar modal secara sehat. Tentunya dengan tetap memegang prinsip manajemen risiko yang baik.
- Indonet Suntik Modal Rp161 Miliar ke Anak Usaha DGE, Dananya Untuk Ini
- OJK Ungkap Poin Penting Aturan Demutualisasi Bursa Efek, Target Berlaku Kuartal...
- Maybank Indonesia (BNII) Resmi Akuisisi 51% Saham Maybank Asset Management, Segi...
- PEFINDO Turunkan Peringkat ADHI ke idBB, Pemicunya Kupon Obligasi
- BEI Buka Opsi Revisi Target IPO 2026, Ini Respons OJK
- Indonet Suntik Modal Rp161 Miliar ke Anak Usaha DGE, Dananya Untuk Ini
- OJK Ungkap Poin Penting Aturan Demutualisasi Bursa Efek, Target Berlaku Kuartal...
- Maybank Indonesia (BNII) Resmi Akuisisi 51% Saham Maybank Asset Management, Segi...
- PEFINDO Turunkan Peringkat ADHI ke idBB, Pemicunya Kupon Obligasi
- BEI Buka Opsi Revisi Target IPO 2026, Ini Respons OJK
- IHSG Berpeluang Koreksi Jangka Pendek, Intip 6 Saham Pilihan BNI Sekuritas Hari...
- Harga Emas Dunia Melandai, Investor Pantau Risiko Inflasi dan Timur Tengah
- Kabar Duka, Komisaris Independen BRMS Kanaka Puradiredja Meninggal Dunia
- Menkeu Purbaya: Ekonomi RI Triwulan II 2026 Diprakirakan Tetap Tumbuh Kuat, Ini...
- OJK: Pasar Modal Indonesia Mulai Masuk Fase Pemulihan di Awal Triwulan III 2026