Bursa Asia Bergerak Variatif, Investor Pantau Konflik AS-Iran dan Harga Minyak Dunia

STOCKWATCH.ID (TOKYO) โ€“ Bursa saham di kawasan Asia-Pasifik bergerak variatif pada penutupan perdagangan Senin (16/3/2026). Para investor mencermati kenaikan harga minyak dunia serta eskalasi konflik...

Bursa Asia Bergerak Variatif, Investor Pantau Konflik AS-Iran dan Harga Minyak Dunia
Bacakan Artikel

Kenaikan harga gas alam turut menambah beban ekonomi di berbagai wilayah. "Harga gas alam yang lebih tinggi diperkirakan akan menambah tekanan inflasi lebih lanjut dan hambatan pertumbuhan, terutama di Eropa dan Asia, dengan risiko yang condong ke arah dampak yang lebih besar jika Selat Hormuz tetap tertutup," tulis catatan Goldman Sachs.

Dari sektor makroekonomi, China melaporkan data konsumsi dan produksi yang melampaui ekspektasi. Penjualan ritel China tumbuh 2,8% pada dua bulan pertama tahun ini. Angka ini lebih tinggi dari perkiraan ekonom sebesar 2,5%.

Output industri China juga melonjak 6,3%, melampaui prediksi jajak pendapat Reuters sebesar 5%. Permintaan luar negeri yang kuat dari Eropa dan Asia Tenggara menyokong pertumbuhan produksi tersebut. Meski data ekonomi positif, pasar saham China cenderung bergerak mendatar.

Di pasar aset digital, Bitcoin mencatatkan penguatan lebih dari 3% ke level USD 73.844,20. Ether juga melonjak 6% menjadi USD 2.263,93. Sejak perang Iran dimulai pada 28 Februari lalu, harga Bitcoin telah naik sekitar 10%.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2