Bursa Asia Melemah, Investor Waspadai Isu Trump dan Data China
STOCKWATCH.ID (TOKYO) โ Mayoritas bursa saham di kawasan Asia-Pasifik terpantau melemah pada penutupan perdagangan Senin (19/1/2026) waktu setempat. Para investor tengah mencermati ancaman pemerintaha...
STOCKWATCH.ID (TOKYO) โ Mayoritas bursa saham di kawasan Asia-Pasifik terpantau melemah pada penutupan perdagangan Senin (19/1/2026) waktu setempat. Para investor tengah mencermati ancaman pemerintahan Donald Trump terhadap Greenland. Selain itu, pasar juga sedang mengkaji data ekonomi terbaru dari Tiongkok.
Mengutip CNBC International, ketegangan meningkat setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuntut kendali atas wilayah Greenland. Ia bahkan mengancam akan mengenakan tarif kepada delapan negara Eropa. Greenland merupakan wilayah bagian dari Denmark.
Para pemimpin Eropa bereaksi keras terhadap retorika tersebut. Mereka menyebut ancaman itu "sepenuhnya salah" dan "tidak dapat diterima". Situasi ini memicu kekhawatiran pelaku pasar akan stabilitas geopolitik global.
Dari Tiongkok, pemerintah setempat merilis angka produk domestik bruto (PDB) kuartal keempat. Data tersebut mencakup angka penjualan ritel, investasi perkotaan, serta output industri untuk bulan Desember. Indeks Shanghai Composite berhasil menguat tipis 0.29% ke level 4,114.00.
Indeks Hang Seng di Hong Kong anjlok 1.07% ke level 26,563.90. Di Jepang, indeks Nikkei 225 merosot 0.65% menjadi 53,583.57. Penurunan ini menandai pelemahan Nikkei selama tiga hari berturut-turut.
- BEI Beberkan Pipeline Terbaru!
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%
- JakOne Mobile Berjaya, Bank Jakarta Sabet Penghargaan Digital Excellence Awards...
- Penjualan ICBP Capai Rp41,86 Triliun, Kenapa Laba Bersih Justru Susut 33% di Sem...
- Penjualan Indofood Tembus Rp65,53 Triliun, Tapi Laba Bersih Turun Gara-Gara Ini
- Wall Street Bangkit, Lonjakan Saham Microsoft Akhiri Tren Negatif Nasdaq
- Shell Cetak Laba USD 9,8 Miliar, Bursa Saham Eropa Melaju di Tengah Konflik AS-I...
- Mayoritas Bursa Asia Terkoreksi, Nikkei Menguat, Kospi Turun Lebih dari 1%
- BEI Beberkan Pipeline Terbaru!
- AHAP Gelar Rights Issue 3,5 Miliar Saham, Asuransi Central Asia Serap 62,58%