Bursa Asia Menguat, Saham Hong Kong Naik Lebih dari 2% Usai Trump Tunda Tarif Barang Elektronik
STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham Asia-Pasifik bergerak menguat pada penutupan perdagangan Senin sore (14/4/2025) waktu setempat. Penguatan ini dipimpin lonjakan bursa Hong Kong setelah Presiden Ame...
STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham Asia-Pasifik bergerak menguat pada penutupan perdagangan Senin sore (14/4/2025) waktu setempat. Penguatan ini dipimpin lonjakan bursa Hong Kong setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menunda penerapan tarif baru terhadap sejumlah produk elektronik konsumen. Langkah ini memberi sentimen positif bagi investor dan mendorong kenaikan di berbagai bursa utama kawasan.
Mengutip CNBC International, indeks Hang Seng di Hong Kong melonjak 2,4% dan berakhir di posisi 21.417,40. Indeks teknologi Hang Seng Tech juga naik 2,34% ke level 5.015,12.
Pasar China daratan juga ikut menguat. Indeks CSI 300 yang terdiri dari saham-saham unggulan naik tipis 0,23% ke level 3.759,14.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 ditutup naik 1,18% ke posisi 33.982,36. Sementara indeks Topix menguat 0,88% menjadi 2.488,51.
Pasar saham Korea Selatan turut mengikuti tren positif. Indeks Kospi naik 0,95% ke level 2.455,89, dan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq melonjak 1,92% ke posisi 708,98.
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- AMAR Tebar Dividen Interim Rp70,25 Miliar, Investor Terima Rp3,9 per Saham
- BEI Sempurnakan Sistem Notasi Khusus dan Remarks JATS, Transparansi Pasar Modal...
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- BEI Tambah Kriteria Pemantauan Khusus HILL, Ekuitas Negatif Jadi Sorotan
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- TBIG Bukukan Pendapatan Rp3,46 Triliun pada Semester I 2026, Tambah 2.023 Penyew...