Bursa Asia Menguat, Saham Hong Kong Naik Lebih dari 2% Usai Trump Tunda Tarif Barang Elektronik
STOCKWATCH.ID (TOKYO) – Bursa saham Asia-Pasifik bergerak menguat pada penutupan perdagangan Senin sore (14/4/2025) waktu setempat. Penguatan ini dipimpin lonjakan bursa Hong Kong setelah Presiden Ame...
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 berakhir menguat 1,34% ke level 7.748,60. Sedangkan pasar saham India tutup karena hari libur nasional.
Kenaikan ini terjadi setelah Trump memutuskan untuk menunda penerapan tarif “timbal balik” terhadap sejumlah perangkat teknologi seperti ponsel pintar, komputer, serta komponen penting lainnya seperti semikonduktor.
Menurut panduan dari U.S. Customs and Border Protection yang dirilis Jumat malam waktu setempat, produk-produk tersebut dikecualikan dari daftar tarif baru.
Namun, dalam pernyataan di platform Truth Social, Trump menegaskan bahwa produk tersebut masih dikenakan tarif fentanyl sebesar 20%, hanya saja dipindahkan ke kategori tarif yang berbeda.
“Mereka hanya dipindahkan ke ‘bucket’ tarif yang berbeda,” tulis Trump.
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- AMAR Tebar Dividen Interim Rp70,25 Miliar, Investor Terima Rp3,9 per Saham
- BEI Sempurnakan Sistem Notasi Khusus dan Remarks JATS, Transparansi Pasar Modal...
- Saratoga (SRTG) Lepas 4,87 Juta Saham Treasuri Mulai 18 Agustus 2026
- Wall Street Menghijau di Akhir Juli, Saham Amazon Terbang 15%
- Bursa Saham Eropa Bervariasi, Tersengat Sentimen AI dan Inflasi Zona Euro
- Bursa Asia Ditutup Menguat, KOSPI Catat Kenaikan Harian Terbesar Sepanjang Sejar...
- WINS Bentuk Dua Perusahaan Patungan Pelayaran di Singapura, Ini Tujuannya
- Jawab BEI Soal Gejolak Saham, Ini Respon Manajemen ALKA
- Neraca Perdagangan Indonesia Semester I 2026 Surplus US$3,58 Miliar, Ekspor Temb...
- BUVA Siap Gelar Right Issue Rp1,54 Triliun, Ini Penggunaan Dananya
- IHSG Berpotensi Mixed, Bahana Sekuritas Rekomendasikan ‘Beli’ CDIA, PTRO, CUAN h...
- Harga Minyak Dunia Anjlok 4% Usai Trump Tunda Serangan ke Iran
- Stock Futures Menguat Jelang Data Tenaga Kerja AS, Investor Cermati Laba Emiten